Taipan Properti Hong Kong Lee Shau-kee Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun
📅 Selasa, 18 Mar 2025, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: BBC/Getty
HONG KONG - Orang terkaya kedua di Hong Kong Lee Shau-kee meninggal dunia pada usia 97 tahun, demikian diumumkan perusahaan taipan properti Henderson Land Development pada hari Senin (17/3).
Lee meninggal dengan tenang pada Senin malam ditemani keluarganya, kata Henderson dalam siaran pers.
Dikenal sebagai "Paman Empat" karena memiliki tiga saudara kandung yang lebih tua, Lee adalah salah satu pemain paling berpengaruh dalam ledakan real estate pascaperang Hong Kong dan juga seorang investor pasar saham yang cerdik.
Dia terdaftar sebagai orang terkaya kedua di Hong Kong dengan kekayaan bersih $29,2 miliar, menurut daftar Forbes yang diterbitkan pada bulan Februari.
Selama masa jabatan Lee, Henderson mengukuhkan posisinya sebagai salah satu dari "empat besar" pengembang properti di pusat keuangan Tiongkok, sebuah oligopoli dominan yang terus membentuk kehidupan di kota tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tujuh perusahaan milik kerajaan bisnisnya yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong memiliki nilai pasar gabungan sebesar $71 miliar pada saat kematiannya, menurut laporan South China Morning Post.
Lee pensiun di usia lanjut, mengundurkan diri sebagai ketua Henderson pada bulan Mei 2019.
Putranya, Peter dan Martin Lee, mengambil alih jabatan ketua bersama dan direktur pelaksana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para miliarder Hong Kong dipandang sebagai simbol hidup kebangkitan ekonomi dan pengaruh internasional kota tersebut, meskipun kesenjangan masih merajalela.
Seperti rekan-rekan taipannya, Lee menjaga hubungan dekat dengan Beijing dan pada tahun 2013 menyuarakan penentangan terhadap gerakan pembangkangan sipil Hong Kong yang menyerukan demokrasi yang lebih besar.
Developer Utama
Lahir di provinsi Guangdong, Tiongkok, Lee membantu bisnis emas dan perak keluarganya sejak kecil sebelum pindah ke Hong Kong pada tahun 1948, saat ia berusia 20 tahun.
Ia memulai kariernya dengan berdagang logam mulia dan mata uang, tetapi beralih ke real estate tepat saat ekonomi Hong Kong mulai berkembang, dengan masuknya imigran yang mendorong permintaan untuk perumahan dan konstruksi.
Pada tahun 1969, Lee dan dua rekannya -- yang bersama-sama dijuluki "tiga pendekar" -- mendirikan Sun Hung Kai, yang kemudian menjadi salah satu pengembang properti terkemuka di wilayah koloni Inggris saat itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!