Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Ungkap Peran Pangan Lokal Kurangi Impor

📅 Senin, 17 Mar 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Menbud Ungkap Peran Pangan Lokal Kurangi Impor Doc: Istimewa

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menekankan pentingnya diserfikasi pangan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada padi dan gabah. Pemerintah menargetkan swasembada pangan dalam empat sampai lima tahun ke depan, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

1742138651_d238f38ff48cdd63e3d7.jpg

“Ini berarti kita perlu memperkuat diversifikasi pangan agar tidak terus bergantung pada impor,” ujar Fadli, dalam diskhsi Budaya Pangan Nusantara yang bertempat di Depok, Sabtu (15/3).

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia mengimpor 12 juta ton gandum. Sebagian besar diolah menjadi mie instan dan produk lainnya.

Menbud melanjutkan, impor gandum ini menghabiskan devisa negara, sementara kita juga masih mengimpor 2-3 juta ton beras. Menurutnya, kondisi tersebut tentu sangat memukul petani kita. “Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen menjadi 6.500 rupiah per kilogram guna meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dia menyoroti bahwa diversifikasi pangan adalah keharusan demi mencapai swasembada karbohidrat dan protein. Salah satu contoh yang didorong adalah sorgum, yang dapat menjadi substitusi gandum dan mengurangi ketergantungan impor.

“Tanaman sorgum perlu dikembangkan karena bisa menggantikan nasi dan gandum, mendukung kemandirian pangan kita,” katanya.

Warisan Budaya

Fadli menegaskan bahwa pangan lokal merupakan bagian penting dari pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Menurutnya, budaya pangan erat kaitannya dengan nilai luhur tradisi dan juga sektor pertanian.

“Baik itu tanaman padi, jagung, palawija, dan lainnya, semuanya memiliki tradisi, upacara, ritual, serta doa-doa tertentu yang diwariskan turun-temurun. Bahkan, budaya pengairan kita telah diakui sebagai warisan dunia, seperti sistem subak di Bali,” jelasnya.

Menbud menekankan bahwa pangan juga merupakan bagian dari ekspresi budaya. Budaya pangan nusantara bukan hanya sekedar mengenai makanan yang dimakan semata, tetapi juga mengandung nilai luhur dan filosofi di dalamnya.

Dia melanjutkan, kuliner tradisional Indonesia adalah bagian dari warisan budaya takbenda, termasuk gastronomi. Contohnya rendang, yang memiliki 24 jenis berbeda di berbagai daerah.

“Tahun ini, pemerintah akan mendaftarkan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, setelah sebelumnya jamu berhasil masuk dalam daftar UNESCO pada tahun 2023,” ucapnya.  ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.