Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Ancam Pekerjaan Perempuan

📅 Senin, 17 Mar 2025, 10:25 WIB | Oleh:
AI Ancam Pekerjaan Perempuan Doc: Istimewa
Ket. Acara webinar sekaligus peluncuran Indonesia AI Institute yang diadakan secara daring pada hari Sabtu (15/3).

JAKARTA - Di Indonesia, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) masih relatif terbatas, baik di bidang pendidikan maupun industri. Padahal Revolusi Industri Keempat telah membawa transformasi signifikan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, industri, dan pemerintahan. Kecerdasan Buatan (AI) merupakan salah satu teknologi utama yang mendorong perubahan ini.

Dalam sebuah webinar bertajuk AI untuk Perempuan: Membuka Peluang Lebih Besar & Bekerja Lebih Efisien yang digelar pada Sabtu (15/3) mengemuka beberapa isu penting. Acara ini digelar sekaligus menandai diluncurkannya Indonesia AI Institute (IAII) yang diinisiasi oleh Iim Fahima Jachja, Dr. Ayu Purwarianti dan Noudie de Jong.

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia dalam kata sambutannya menyampaikan dan menyambut baik kehadiran Indonesia AI Institute. Dia menilai ini adalah langkah besar membangun ekosistem kecerdasan buatan yang inklusif, inovatif dan berdaya saing.

"Kehadiran Indonesia AI Institute ini membuktikan bahwa kolaborasi dan juga inovasi adalah kunci dalam membuka potensi besar kecerdasan buatan di Indonesia. Kita semua telah menyaksikan bagaimana Artificial Intelligence atau AI telah menjadi katalis utama dalam berbagai transformasi digital di berbagai sektor," kata Menkomdigi.

Muthia juga mengingatkan semua perlu menyadari bahwa AI membawa tantangan dan risiko tertentu. Salah satu risiko yang paling signifikan menurutnya adalah dampak terhadap pekerja perempuan.

"Otomatisasi yang didorong oleh AI dapat mengancam pekerjaan-pekerjaan yang selama ini didominasi oleh kaum perempuan. Jika kita tidak mengambil langkah yang tepat kesenjangan digital antara laki-laki dan perempuan bisa semakin melebar," paparnya.

Indonesia AI Institute menjawab kebutuhan ini dengan menjadi lembaga penelitian yang didedikasikan untuk pengembangan, literasi, dan penerapan Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia. Visinya adalah untuk meningkatkan literasi dan kemampuan AI di masyarakat Indonesia

"Didirikan dengan visi yang jelas, Indonesia AI Institute bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan AI di masyarakat Indonesia, dan mempromosikan inovasi dan penelitian di bidang AI yang menjawab kebutuhan lokal dan nasional," kata Iim Fahima Jachja, founder Indonesia AI Institute, Queenrides, dan Young Global Leader of the World Economic Forum.

Pendiri Indonesia AI Institute yang lain, Dr. Ayu Purwarianti, peneliti pada Pusat AI Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan pihaknya tengah melakukan penelitian tentang sentiment analysis di sektor ekonomi dan keuangan untuk meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data.

Sentiment Analysis yang akan dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, mulai dari Multi Domain, Aspect Base, Knowledge Graph, Named Entity Recognition (NER) dan LLM. Analisis akan dilakukan menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

“Harapannya penelitian ini dapat mengidentifikasi sentimen yang terkandung dalam berita secara akurat dan dapat dimanfaatkan untuk memprediksi pergerakan pasar finansial maupun ekonomi,” katanya.

Secara bersamaan, Indonesia AI Institute juga melakukan riset yang memadukan teknologi VR dan AI yang ditujukan untuk membantu pendidikan. Use case yang digunakan pada saat ini adalah penanaman nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan sejarah dan pengenalan para pahlawan Indonesia. Ketika penelitian ini sukses nanti, maka teknologi yang dibangun dapat diterapkan di berbagai bidang lain mulai dari pelatihan di dunia industri hingga di sektor pariwisata.

Penelitian lain yang pada saat ini telah dimanfaatkan adalah AI Teaching Tools, yaitu pemanfaatan AI dalam penyusunan rencana pembelajaran. Alat ini telah disampaikan pada para guru dalam pelatihan AI Literacy for Teachers.

“Para guru ketika melihat simulasi tools tersebut merespon positif dan merasa sangat terbantu. Mereka dapat membuat rencana pengajaran dengan cepat dengan mempertimbangkan faktor-faktor lokal, sehingga pengajaran dapat lebih mudah diterima oleh siswa,” imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.