Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AI Ancam Pekerjaan Perempuan

📅 Senin, 17 Mar 2025, 10:25 WIB | Oleh:

Tidak cukup hanya dalam bentuk penelitian, Indonesia AI Institute juga tengah mempersiapkan buku “Membuat Chatbot itu Mudah”. Hal ini dilakukan mengingat peranan Chatbot dalam perekonomian yang signifikan.

Chatbot akan mendorong consumer engagement, meningkatkan produktivitas dan efisiensi bagi berbagai pihak. Dengan buku ini akan ditunjukkan, betapa Chatbot yang mungkin bagi sebagian pihak dianggap teknologi canggih yang sulit, sebenarnya termasuk kategori mudah. Programmer yang membaca buku ini akan dapat membangun Chatbot secara cepat.

“Berbagai inisiatif yang dilakukan Indonesia AI Institute ini sejalan dengan tujuan transformasi digital Indonesia, yang mendorong transparansi dan daya saing dalam perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” lanjut Ayu.

Dalam diskusi ini hadir pula Ulziisuren Jamsran, Perwakilan UN Women untuk Indonesia dan Liaison ASEAN, Josefhine Chitra, Head of Corporate Communication GoTo, Tessi Fathia Adam, Group Head Digital Transformation ParagonCorp, dan Haryati Lawidjaja, EVP-Head of Fintech Indosat Ooredoo Hutchison.

Ulziisuren mengemukakan, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, menawarkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi pemberdayaan perempuan. Namun, di samping kemajuan ini, digitalisasi yang cepat telah menyoroti tantangan yang terus ada, khususnya kesenjangan gender dalam akses dan penggunaan teknologi.

"Meskipun semakin banyak perempuan di seluruh dunia yang terhubung ke internet setiap tahun, hanya 20 persen perempuan di negara-negara berpenghasilan rendah yang online," ucapnya.

Meski banyak tantangan dia juga mengemukakan AI memiliki potensi yang sangat besar untuk mempercepat kesetaraan gender. Di Indonesia, adopsi AI akan memberikan efek signifikan, pada tahun 2030 AI diproyeksikan akan memberikan kontribusi antara 2,83% dan 3,67 persen terhadap PDB Indonesia, setara dengan 366 miliar dollar AS.

Indonesia diidentifikasi sebagai global leader dalam adopsi AI di tempat kerja, dengan 92 persen pekerja kantor menggunakan generative AI. Potensi yang besar ini tidak bisa membuat terlena.

“Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-46 dari 62 negara dalam Global AI Index 2023, yang menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam infrastruktur digital dan adopsi AI yang merata. Sangat penting untuk mengatasi kesenjangan ini dan memastikan bahwa manfaat AI dapat dinikmati secara adil di seluruh sektor masyarakat” ujar Ulziisuren untuk mengingatkan kita.

Josefhine Chitra, Head of Corporate Communication GoTo alam kesempatan ini mengemukakan AI dapat membantu kita menghemat waktu untuk melakukan pekerjaan. Dengan demikian bisa menjadi lebih fokus pada masalah bisnis yang dihadapi.

“Memang tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan penggunaan AI, tetapi saat bisnis berkembang dengan cepat, AI bisa membantu dalam efisiensi operasi bisnis," ungkapnya.

Dia menambahkan pihaknya bersama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk pada November 2024 resmi meluncurkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI) bernama ‘Sahabat-AI’ dalam gelaran Indonesia AI Day.

Sahabat-AI merupakan platform Large Language Model (LLM) open-source pertama di Indonesia. LLM sendiri merupakan program AI yang telah dilatih dengan data besar, untuk memahami dan menghasilkan bahasa alami, sehingga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dan layanan digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Janice/Chong Singkirkan Ung...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.