Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembangan dan Pelestarian Seni Ukir Jepara Kini Hadapi Banyak Tantangan, Moerdijat: Harus Mampu Dijawab Bersama

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 12:50 WIB | Oleh:

Menurut Neli, seni ukir Jepara bukan sekadar keterampilan, tetapi juga merupakan warisan budaya.

Neli berpendapat ide dan kreativitas merupakan penggerak utama dalam menghasilkan produk yang berkualitas. “Seni ukir Jepara harus mampu mengikutiperkembangan zaman, tanpa meninggalkan ciri khasnya,” ujarnya.

Unsur pentahelix, tegas Neli, harus dilibatkan dalam upaya meningkatkan kembali daya saing seni ukir Jepara ke pasar dunia.

Ketua Umum Yayasan Peluk Jepara, Hadi Priyanto mengungkapkan seni ukir Jepara merupakan bagian dari budaya di Jepara.

Seni ukir, tambah Hadi, sudah mengemuka sejak masa lalu ketika Jepara merupakan kota perdagangan yang ramai.

Bahkan, ungkapnya, singgasana Ratu Shima pada abad ke-6 terbuat dari gading gajah yang berukir. Selain itu pada masa Ratu Kalinyamat (1559) membangun Masjid Mantingan yang dipenuhi dengan ornamen ukiran. “Saya kira itu artefak ukir yang cukup tua,” ujarnya.

Menghilangnya muatan lokal seni ukir dari kurikulum wajib, menurut Hadi, mempercepat hilangnya generasi yang mahir mengukir di Jepara. “Lulusan SMK ukir saat ini belum bisa mengukir,” tambah Hadi.

Menurut Hadi, dalam upaya pelestarian seni ukir kita harus melakukan dengan sungguh-sungguh.

Selain itu, tambah dia, diperlukan sinergi antar-para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas dan keahlian ukir masyarakat.

Menghidupkan budaya cinta seni ukir bagi generasi muda melalui pendidikan, ujar Hadi, merupakan langkah penting untuk mendorong regenerasi pengukir di masa depan.

Ketua Steering Committee JIFBW 2025, Muhammad Jamhari mengungkapkan pelaksanaan JIFBW 2025 di Jepara dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi budaya dan sisi pasar/bisnis.

Menurut Jamhari, bagaimana pun upaya alamiah untuk pengembangan seni ukir dengan membuat produk ukir yang bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Saat ini, tambah dia, seni ukir Jepara menghadapi tantangan karena selera konsumen berubah. Di sisi lain, pelaku industri masih kaku dengan memanfaatkan strategi lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.