Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Telah Menyalurkan Rp76,4 Triliun untuk Dana Pendidikan APBN 2025

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 21:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Telah Menyalurkan Rp76,4 Triliun untuk Dana Pendidikan APBN 2025 Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memberikan tanggapan saat mengikuti rapat kerja dengan Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

JAKARTA– Pemerintah telah menyalurkan anggaran senilai Rp76,4 triliun untuk sektor pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

“Sampai dengan 28 Februari 2025, sudah disalurkan Rp76,4 triliun atau 10,6 persen dari total pagu APBN,” kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2025 di Jakarta, Kamis (13/3).

Total pagu anggaran pendidikan dalam APBN 2025 adalah Rp724,3 triliun. Angka itu lebih tinggi bila dibandingkan pagu pada APBN 2024 yang sebesar Rp665 triliun.

Secara umum, anggaran pendidikan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat sejumlah program unggulan.

Salah satu program unggulan pendidikan adalah renovasi dan revitalisasi sekolah. Dengan realisasi anggaran per Februari, jumlah sekolah yang telah direnovasi atau revitalisasi mencapai 22 ribu sekolah.

Program unggulan berikutnya yaitu sekolah unggulan, sekolah taruna nusantara, dan sekolah rakyat. Pemerintah juga mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan digitalisasi pembelajaran untuk mendukung kemajuan pendidikan.

Di luar ketiga program itu, anggaran pendidikan juga disalurkan untuk dukungan bagi siswa dan mahasiswa, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang masing-masing menjangkau 1,1 juta dan 20,4 juta siswa.

Juga Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 9,1 juta siswa dan Bantuan Operasional PTN untuk 197 lembaga, serta beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk 10.500 mahasiswa.

Anggaran pendidikan juga digunakan untuk mendukung tenaga pendidik, yakni melalui tunjangan profesi yang diberikan kepada 477,7 ribu guru serta tunjangan sertifikasi guru yang diterima oleh 666,9 ribu guru.

Dengan realisasi itu, Suahasil menegaskan komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan, termasuk dengan memastikan anggaran sektor ini tak terdampak kebijakan efisiensi anggaran belanja pemerintah.

“Dalam konteks APBN maka efisiensi anggaran tetap akan memperhatikan kewajiban anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN,” ujar Suahasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.