Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MinyaKita di Jember, Isi Kurang Harga Lebih Mahal

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 16:00 WIB | Oleh:
MinyaKita di Jember, Isi Kurang Harga Lebih Mahal Doc: ANTARA/Zumrotun Solichah
Ket. Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menguji volume MinyaKita baik kemasan plastik maupun botol di Gedung DPRD setempat, Rabu (12/3).

Jember, Jawa Timur -- Komisi B DPRD Jember Jawa Timur  menemukan minyak goreng subsidi, yakni MinyaKita kemasan 1 liter tidak sesuai dengan takaran dan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) di pasaran.

"Hari ini kami menerima laporan dari masyarakat yang menyampaikan bahwa volume MinyaKita terindikasi ada kecurangan seperti yang terjadi di beberapa daerah, sehingga kami lakukan pengecekan dengan membeli minyak goreng tersebut ke pasar tradisional dan sekitarnya," kata Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto di Jember, Rabu.

Menurutnya bahwa persoalan minyak goreng rakyat MinyaKita menjadi isu nasional dan DPRD sudah mendapatkan informasi tersebut karena ada keluhan masyarakat terkait dugaan kecurangan dalam takaran kemasan minyak goreng itu.

"Kami langsung turun ke lapangan dan membeli MinyaKita ukuran 1 liter baik yang botol maupun kemasan. Hasilnya memang ada selisih sekitar 100 ml, sehingga tidak sampai 1 liter isi minyak tersebut," tuturnya.

Terkait dengan temuan itu, lanjut dia segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan meminta adanya penarikan MinyaKita di pasaran karena tidak sesuai dengan volume yang tertera dari kemasan dan merugikan masyarakat.

Selain itu, Komisi B DPRD Jember juga menemukan MinyaKita yang dijual di atas HET.

Hal itu menyalahi ketentuan karena HET MinyaKita Rp15.700 per liter karena sudah mendapat subsidi namun dijual di pasaran Rp16.500 hingga Rp17.000 untuk kemasan 1 liter.

"Minyak goreng merk tersebut merupakan produk subsidi, sehingga harus dijual sesuai dengan HET. Temuan di pasaran bahwa harganya lebih mahal dibandingkan HET," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Yuliana Harimurti saat dikonfirmasi terkait dengan temuan DPRD Jember tersebut belum memberikan jawaban, bahkan saat dihubungi per telepon juga belum diangkat.

Padahal masyarakat kini sedang terhimpit untuk memenuhi kebutuhan pokok yang meningkat selama Ramadhan dan menjelang Lebaran 1446 Hijriah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.