Mantan Presiden Rodrigo Duterte Diterbangkan Paksa ke Den Haag
📅 Rabu, 12 Mar 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisBerbicara di hadapan ribuan pekerja Filipina di luar negeri pada Minggu (9/3), mantan presiden tersebut mengecam penyelidikan tersebut, menjuluki para penyelidik ICC sebagai anak-anak pelacur sambil mengatakan ia akan menerimanya jika penangkapan menjadi takdirnya.
Filipina sendiri telah hengkang dari ICC pada tahun 2019 atas instruksi Duterte, tetapi pengadilan tersebut menegaskan bahwa mereka memiliki yurisdiksi atas pembunuhan sebelum penarikan pasukan, serta pembunuhan di kota selatan Davao ketika Duterte menjadi wali kota, beberapa tahun sebelum ia menjadi presiden.
Saat ini Duterte masih sangat populer di kalangan banyak orang di Filipina yang mendukung solusi cepatnya terhadap kejahatan, dan ia tetap menjadi kekuatan politik yang ampuh.
Sebelum ditangkap, ia mencalonkan diri untuk merebut kembali jabatannya sebagai wali kota daerah kekuasaannya Davao dalam pemilihan sela bulan Mei.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pembukaan penyelidikan Senat Filipina mengenai perang narkoba pada Oktober lalu, Duterte mengatakan dia tidak akan meminta maaf, tidak mau memberikan alasan atas tindakannya.
“Saya melakukan apa yang harus saya lakukan, dan percaya atau tidak, saya melakukannya demi negara saya,” kata dia. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!