Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Undip Semarang Teken MoU dengan KPPMI dan BP2MI, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran

📅 Senin, 10 Mar 2025, 19:10 WIB | Oleh:
Undip Semarang Teken MoU dengan KPPMI dan BP2MI, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Rektor Undip Semarang, Suharnomo dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, menandatangani MoU di Gedung KPPMI, Jakarta, akhir pekan kemarin. Kerja sama ini untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran.

JAKARTA – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pelindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI) serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), di Gedung KPPMI, Jakarta, akhir pekan kemarin. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perlindungan serta meningkatkan profesionalisme pekerja migran Indonesia.

Dalam penandatanganan tersebut, Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, mewakili pihak Undip, sementara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, bertindak sebagai perwakilan pemerintah. Turut hadir Direktur Inovasi, Hilirisasi, dan Kerja Sama Undip, Dian Wahyu Harjanti, yang menyaksikan jalannya kesepakatan.

Sebagai langkah konkret dari kerja sama ini, Undip akan membangun Undip Migran Center, yang berfungsi sebagai pusat pendampingan dan pemberdayaan bagi pekerja migran. Selain itu, Undip juga membentuk Tim Task Force di bawah pimpinan Rektor dan Wakil Rektor IV, dengan koordinasi dari Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan kerja sama.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding menegaskan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia.

“Menjadi kebanggaan dapat menggandeng Universitas Diponegoro sebagai mitra strategis dalam mengembangkan penelitian berbasis data, memberikan pelatihan yang lebih baik bagi calon pekerja migran, serta meningkatkan literasi hukum dan keuangan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undip, Suharnomo, menyatakan bahwa universitasnya siap mendukung upaya KPPMI untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme pekerja migran.

“Kerja sama ini merupakan bukti nyata peran Undip dalam mendukung pemberdayaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan, profesionalisme, serta literasi hukum dan keuangan bagi para pekerja migran,” katanya.

Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, juga menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam isu pekerja migran.

Menurutnya, pendekatan berbasis data dari akademisi akan berkontribusi dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan efektif. “Undip siap mengembangkan riset, inovasi, serta program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pekerja migran, baik sebelum keberangkatan maupun setelah mereka kembali ke tanah air. Kami berharap sinergi ini dapat menjadi model kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia di kancah global,” paparnya.

Nota kesepahaman ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati bersama.

Undip diharapkan dapat berkontribusi dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan guna melindungi pekerja migran Indonesia.

Lebih dari sekadar kerja sama akademik, sinergi antara KPPMI dan Undip ini menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan yang dihadapi pekerja migran.

Dari perbaikan regulasi, peningkatan perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi setelah kepulangan mereka ke tanah air, kolaborasi ini diharapkan mampu membawa perubahan positif.

Dengan adanya kerja sama ini, pekerja migran Indonesia dapat bekerja lebih aman, memiliki kompetensi yang mumpuni, serta memperoleh hak-haknya secara penuh di negara tujuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.