Ende, Surga Kuliner Sehat untuk Berpuasa dan Solusi Cegah Stunting
📅 Minggu, 09 Mar 2025, 17:11 WIB | Oleh: OpikNamun, demi tidak dilupakan oleh masyarakatnya sendiri karena kalah populer dengan makanan instan dari budaya asing, seperti suki, tom yum, Tteokbokki yang kian menjamur di Pulau Flores kini, pelaku usaha terlibat dalam kampanye kesehatan gizi dari pemerintah bahkan menyuguhkan uwi ai ndota - nasi kacang hitam berikut pendampingnya sebagai hidangan spesial untuk tamu. Harapannya jika dapat mengintegrasikan menu tradisional dalam pola makan sehari-hari, kesehatan orang tua dan anak-anak akan lebih terjaga.
“Bukan hanya warisan budaya, tetapi juga solusi alami untuk masalah gizi,” kata Anita.
Kabupaten Ende bukan hanya destinasi wisata alam yang memesona, melainkan juga surga kuliner yang kaya akan manfaat gizi. Cerita-cerita inspiratif tersebut semakin menguatkan tekad melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Dari ubi nuabosi yang kaya vitamin A dan beta-karoten, pisang lela yang menyehatkan jantung dengan potassium-nya, hingga nasi kacang hitam yang penuh protein dan zat besi, setiap hidangan menyuguhkan kebaikan alam yang tak ternilai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ditambah lagi dengan upaya kolaborasi dalam meningkatkan gizi dan menekan angka stunting, tradisi kuliner ini semakin relevan sebagai solusi kesehatan bagi masyarakat. Tradisi kuliner untuk penyambutan di Desa Randoria, misalnya, menggambarkan betapa eratnya hubungan antarwarga dengan warisan budayanya.
Melalui kombinasi kearifan lokal, inovasi resep, dan semangat gotong royong, setiap suapan di Ende menceritakan kisah tentang kehidupan, kesehatan, dan harapan. Jadi, bila ada kesempatan untuk berlibur jangan lupakan tanah kelahiran Pancasila dengan ragam makanan sehatnya ini. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!