Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suriah Berjanji Hapus Senjata Kimia Warisan Assad

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 02:40 WIB | Oleh:
Suriah Berjanji Hapus Senjata Kimia Warisan Assad Doc: AFP/SANA
Ket. Menlu Suriah, Asaad Hassan al-Shibani

DEN HAAG - Menteri luar negeri Suriah pada Rabu (5/3) berjanji untuk segera membersihkan negaranya dari senjata kimia yang tersisa setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad, dan memohon bantuan masyarakat internasional.

Asaad Hassan al-Shibani berbicara selama pertemuan tertutup di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, Belanda, di mana ia menjadi menteri luar negeri Suriah pertama yang berbicara kepada badan pelucutan senjata tersebut.

Setelah serangan gas sarin yang menewaskan ratusan orang pada tahun 2013, Suriah yang dipimpin Assad bergabung dengan badan tersebut berdasarkan kesepakatan AS-Russia dan 1.300 metrik ton senjata kimia dan prekursor dihancurkan.

Namun tiga penyelidikan yang dilakukan oleh mekanisme gabungan PBB-OPCW, tim Investigasi dan Identifikasi OPCW, dan penyelidikan kejahatan perang PBB, menyimpulkan bahwa pasukan pemerintah Suriah di bawah Assad menggunakan agen saraf sarin dan bom barel klorin dalam serangan selama perang saudara yang menewaskan atau melukai ribuan orang.

Sebagai bagian dari keanggotaan, Damaskus seharusnya menjalani inspeksi, tetapi selama lebih dari satu dekade OPCW dicegah mengungkap skala sebenarnya dari program senjata kimia.

"Suriah siap untuk menyelesaikan masalah yang telah berlangsung puluhan tahun ini yang dipaksakan kepada kami oleh rezim sebelumnya," kata Menlu Shibani kepada para delegasi.

"Kewajiban hukum yang timbul akibat pelanggaran adalah kewajiban yang kami warisi, bukan yang kami ciptakan. Meskipun demikian, komitmen kami adalah menghapus apa pun yang tersisa darinya, untuk mengakhiri warisan yang menyakitkan ini, dan memastikan Suriah menjadi negara yang selaras dengan norma-norma internasional," tegas dia.

Kesempatan Baru

Sebelumnya pada Rabu, kepala OPCW, Fernando Arias, menyebut pergeseran politik Suriah sebagai kesempatan baru dan bersejarah untuk memperoleh klarifikasi mengenai luas dan cakupan program senjata kimia Suriah.

Shibani mengatakan perencanaan telah dimulai, tetapi bantuan masyarakat internasional akan sangat penting. Suriah akan membutuhkan bantuan teknis, bantuan logistik, pengembangan kapasitas, sumber daya, dan keahlian di lapangan, kata dia.

"Meskipun rezim Assad telah lama terpuruk, kami memahami perlunya bertindak cepat, tetapi kami juga memahami bahwa ini perlu dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu, kami tidak dapat berhasil sendirian," ungkap Menlu Shibani.

Inspektur OPCW menyimpulkan bahwa persediaan senjata kimia Suriah yang diumumkan tidak pernah mencerminkan situasi di lapangan secara akurat.

Mereka kini ingin mengunjungi sekitar 100 lokasi yang mungkin terkait dengan program senjata kimia Assad yang telah berlangsung puluhan tahun. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

13 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.