Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koperasi Harus Menjadi Instrumen Demokratisasi Pangan di Desa

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 01:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Koperasi Harus Menjadi Instrumen Demokratisasi Pangan di Desa Doc: ANTARA/Yusuf Nugroho
Ket. Pekerja memanen padi dengan mesin combine harvester di persawahan Desa Tenggeles, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/3). Bulog mulai menyerap gabah petani di Kabupaten Kudus dengan harga 6.500 rupiah per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah penting untuk menjaga kesejahteraan petani. Koperasi tersebut kelak akan menjaga harga gabah petani dan memastikan terserap sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat meninjau harga pangan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Johar Baru, Jakarta.

“Untuk yang di daerah perdesaan, Bapak Presiden sudah menyampaikan akan membentuk 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih, itu juga berita baik,” kata Arief.

Langkah itu kata Arief mendukung petani agar harga gabah tetap stabil karena koperasi desa menyerap hasil panen petani. Adapun, rencana pembentukan koperasi itu sudah dalam tahap persiapan.

Pemerintah sendiri telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Giling (GKG) untuk masa panen raya 2025 sebesar 6.500 rupiah per kilogram (kg), efektif berlaku sejak 15 Januari 2025.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap mendukung pembentukan 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi desa serta menuntaskan berbagai permasalahan yang terjadi di pedesaan.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan koperasi itu akan

dikembangkan melalui tiga pendekatan utama yang menyasar 64 ribu kelompok tani yang siap bermigrasi menjadi koperasi distribusi pupuk bersubsidi.

“Jadi ada tiga model. Pertama, membangun koperasi baru. Kedua, merevitalisasi koperasi yang sudah ada. Ketiga, membangun dan mengembangkan,” jelas Budi Arie.

Selain memperkuat ekonomi desa, koperasi ini diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi barang yang selama ini merugikan produsen dan konsumen.

Guru Besar bidang Sosiologi Ekonomi, Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, mengatakan rencana pembentukan koperasi untuk memastikan kelayakan harga gabah tersebut sangat positif. Namun demikian, Pemerintah harus memastikan keberadaan koperasi harus bebas dari upaya penyalahgunaan terutama pengurus yang memperkaya diri sendiri.

“Pembentukan badan usaha ini harus diisi oleh orang-orang yang punya kredibilitas serta paham dan dapat memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelaku pertanian. Pengurusnya pun harus penduduk lokal yang memiliki dedikasi,” kata Bagong.

Kaidah Demokrasi Ekonomi

Dari Yogyakarta, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa mengatakan, komitmen Presiden Prabowo untuk memajukan dan menjadikan koperasi sebagai instrumen demokratisasi pangan di desa sangat baik, selama dijalankan dengan mengikuti prinsip-prinsip dan kaidah demokrasi ekonomi dan koperasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.