Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Sarung Berbuah Bom Molotov

📅 Minggu, 02 Mar 2025, 13:33 WIB | Oleh:
Perang Sarung Berbuah Bom Molotov Doc: ist
Ket. molotov

PURBALINGGA – Tidak kurang dari 10 anak di Desa Dawuhan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, diamankan karena mau perang sarung. "Bom molotov dan botol bekas minuman tidak ditemukan pada anak-anak yang diamankan tersebut. Namun, ditemukan di luar lokasi oleh warga. Kami masih mendalami," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga Ajun Komisaris Polisi Siswanto, Minggu.

AKP Siswanto mengungkapkan bahwa kasus tersebut berawal dari informasi yang menyebutkan jika ada sekelompok anak-anak yang akan tawuran di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Sabtu (1/3) dini hari.

Menurut dia, informasi tersebut ditindaklanjuti oleh petugas Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres Purbalingga dengan mendatangi lokasi.

Sesampainya di lokasi, kata dia, petugas dengan dibantu warga setempat berhasil mengamankan 10 anak yang akan tawuran. "Para pelaku seluruhnya masih berstatus pelajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Purbalingga," katanya didampingi Kepala Seksi Humas Polres Purbalingga AKP Setyo Hadi.

Selain bom molotov dan tiga botol bekas minuman beralkohol yang ditemukan warga di luar lokasi kejadian, pihaknya juga mengamankan barang bukti dari anak-anak tersebut berupa satu helai sarung warna putih yang dililit lakban dan satu helai sarung warna merah marun yang diikat ujungnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, rencana tawuran atau perang sarung itu berawal dari saling ejek antarkelompok remaja. "Dari hasil penyelidikan, kami sudah mengidentifikasi tiga kelompok yang terlibat dan berasal dari Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Bojongsari, dan Kalimanah," katanya.

Informasi menyebutkan bahwa anak-anak itu membawa senjata tajam. Namun, dari hasil penyelidikan, hanya ditemukan sarung yang diikat di bagian atasnya. Terkait dengan hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya mengambil langkah pembinaan terhadap anak-anak yang hendak tawuran atau perang sarung.

Menurut dia, pembinaan tersebut juga melibatkan orang tua, pihak sekolah, dan pemerintah desa.

"Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Purbalingga untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak. Pastikan anak-anak kita sudah pulang ke rumah maksimal pukul 21.00 atau 22.00 WIB, dan pergaulan mereka juga harus kita ketahui," kata Kasatreskrim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.