Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian: Brokoli Ternyata Bisa Hambat Tumbuhnya Uban

📅 Jumat, 21 Feb 2025, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penelitian: Brokoli Ternyata Bisa Hambat Tumbuhnya Uban Doc: freepik

JAKARTA - Sebuah penelitian baru-baru ini menyelidiki bagaimana luteolin, yaitu senyawa yang ditemukan dalam sayur brokoli, wortel dan bawang dapat menekan proses pertumbuhan uban pada tikus.

Ditulis laman Health, Kamis (20/2), pensiunan profesor kedokteran di University of Colorado Anschutz Medical Campus dan pendiri Pathways Bioscience Joe McCord, PhD menyebut penelitian yang dipublikasikan pada bulan Desember di jurnal Antioxidants ini menarik karena luteolin sangat umum ada pada makanan manusia.

Senyawa tersebut bisa menjadi kandidat kuat untuk penelitian anti-penuaan lebih lanjut, katanya. Namun belum tentu efek yang sama terjadi pada manusia.

“Luteolin adalah polifenol, yang merupakan senyawa tanaman yang mungkin memiliki manfaat kesehatan dan ditemukan dalam makanan seperti seledri, paprika hijau, brokoli, wortel , dan minyak zaitun,” kata Toby Amidor, MS, RD, CDN, ahli diet terdaftar dan penulis.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa luteolin dapat membantu mencegah peradangan, mengatur penuaan kulit, dan menghentikan degenerasi makula terkait usia. Maka itu peneliti dibalik studi Antioxidants ini menguji apakah memiliki efek sama pada rambut beruban di hewan tikus.

Penampilan mereka yang lebih muda tampaknya terkait dengan pengaruh positif luteolin pada protein yang disebut endotelin.

Protein-protein ini membantu menjaga melanosit, sel yang mengandung pigmentasi rambut, jadi semakin banyak melanosit berarti semakin banyak warna (dan lebih sedikit uban) pada rambut.

Penelitian lain menunjukkan adanya kesamaan dalam cara tumbuhnya uban pada tikus dan manusia. Secara khusus, tampaknya uban pada kedua belah pihak ada hubungannya dengan disfungsi endotel dalam melanosit.

“Meskipun penelitian menunjukkan bahwa luteolin dapat memengaruhi jalur pigmentasi, folikel rambut manusia berfungsi secara berbeda," kata Kristina Collins, MD, seorang dokter kulit.

Faktanya, faktor genetik kemungkinan besar berperan paling besar dalam menentukan kapan atau seberapa parah rambut seseorang berubah menjadi uban, jelas Collins.

Melihat rambut orang tua dan kakek-nenek Anda mungkin merupakan indikator terbaik untuk mengetahui garis waktu uban Anda sendiri.

Sementara stres oksidatif, kekurangan nutrisi, dan stres kronis telah dikaitkan dengan munculnya uban prematur.

Hal ini dapat mendukung gagasan bahwa berfokus pada apa yang Anda makan dan gaya hidup Anda termasuk meningkatkan asupan luteolin mungkin dapat mencegah munculnya uban.

Meski terlalu dini untuk menyebut senyawa tersebut mengurangi tumbuhnya uban, penelitian menunjukkan bahwa diet kaya antioksidan mungkin memiliki manfaat seperti menekan peradangan dan meningkatkan mikrobioma usus yang sehat. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Nasional
El Nino Biking Pusing, Peme...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.