Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengadilan Korsel Buka Kembali Kasus Pembunuhan Mantan Presiden

📅 Kamis, 20 Feb 2025, 02:20 WIB | Oleh:
Pengadilan Korsel Buka Kembali Kasus Pembunuhan Mantan Presiden Doc: Istimewa
Ket. Park Chung-hee

SEOUL -Pengadilan Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (19/2) mengatakan bahwa mereka telah membuka kembali kasus pembunuhan mantan Presiden Park Chung-hee oleh kepala intelijennya.

Park telah memerintah negara dengan tangan besi selama lebih dari 15 tahun ketika ia ditembak dan dibunuh oleh bos mata-mata sekaligus ajudan terpercaya Kim Jae-gyu saat makan malam pada tahun 1979. Kim kemudian dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer karena membunuh kepala negara dengan tujuan pemberontakan dan digantung tak lama setelahnya.

Namun keluarganya mengajukan banding ke pengadilan untuk meninjau kembali kasus tersebut pada tahun 2020, dengan klaim bahwa, meskipun Kim telah membunuh presiden, ia melakukannya untuk menghentikan kediktatoran Park yang kejam dan bukan untuk mengejar kekuasaan. Mereka juga mengatakan Kim disiksa selama interogasi dan dia tidak menerima pengadilan yang adil.

"Kami telah memutuskan untuk membuka kembali kasus tersebut," kata seorang pejabat Pengadilan Tinggi Seoul kepada AFP pada Rabu.

Lee Sang-hee, pengacara kerabat Kim, berkata: "Kami akan meninjau kembali kasus ini dengan meninjau catatan investigasi (dari tahun 1980)."

Pembunuhan Park telah lama menjadi subjek perhatian publik di Korea Selatan. Banyak film dan drama televisi yang berpusat pada pembunuhannya, salah satu alasannya adalah karena pembunuhan tersebut menyebabkan putri presiden, Park Geun-hye, mantan presiden Korsel,dan saudara-saudaranya menjadi yatim piatu. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.