Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelar Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Mahasiswa Ajukan 13 Tuntutan

📅 Kamis, 20 Feb 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Gelar Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Mahasiswa Ajukan 13 Tuntutan Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi "Indonesia Gelap" di Patung Kuda, Jakarta, Kamis (20/2).

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi "Indonesia Gelap" di Patung Kuda, Jakarta, Kamis (20/2) pukul 15.00 WIB.

Menurut BEM SI, aksi yang sengaja digelar bertepatan dengan pelantikan kepala daerah di Istana Kepresidenan, bukan sekadar unjuk rasa, tetapi mewakili suara rakyat yang perlu didengar pemerintah.

Koordinator aksi, Herianto, mengatakan para kepala daerah yang dilantik juga memiliki peran penting dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Karena selain Presiden, kepala daerah juga tokoh yang sangat berperan membawa Indonesia menjadi lebih terang," ujarnya.

Aksi hari ini puncak dari serangkaian protes yang dimulai sejak 17 Februari terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat, terutama masalah pendidikan, ekonomi, dan hukum.

Dalam aksi ini, mahasiswa mengajukan 13 tuntutan utama, termasuk transparansi anggaran, perbaikan sistem pendidikan, dan penegakan hukum yang lebih adil.

Salah satu sorotan utamanya kebijakan efisiensi anggaran, yang menurut mahasiswa justru berdampak negatif pada masyarakat kecil. Selain itu, kurangnya transparansi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi kritik utama dalam protes ini.

Aksi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas dalam menyuarakan isu-isu nasional yang dianggap krusial bagi kesejahteraan rakyat.

Dengan momentum pelantikan kepala daerah, BEM SI berharap aksi ini dapat meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintah agar lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat.

Aksi "Indonesia Gelap" menandai puncak eskalasi protes mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah, menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam tahun 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.