Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Terbuai, PDB Tinggi Tidak Menjamin Kesejahteraan Penduduk Meningkat

📅 Rabu, 19 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dari Yogyakarta, pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan pencapaian PDB saat ini tidak serta-merta mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“PDB tinggi ini lebih disebabkan oleh jumlah penduduk yang besar, bukan karena produktivitas yang tinggi,” kata Aditya.

Ia menjelaskan bahwa jika dilihat dari sisi PDB per kapita, Indonesia masih tertinggal dibandingkan banyak negara maju. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, PDB per kapita Indonesia masih jauh di bawah negara-negara seperti Malaysia atau Singapura.

Menurut Aditya, indikator utama yang lebih relevan dalam mengukur kesejahteraan masyarakat adalah produktivitas tenaga kerja dan daya saing industri. Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO), produktivitas pekerja Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“Kita masih terlalu bergantung pada sektor berbasis komoditas dan konsumsi, sementara sektor industri berteknologi tinggi belum berkembang maksimal,” ujarnya.

Selain itu, ketimpangan ekonomi antarwilayah masih menjadi tantangan serius. Sebagian besar kontribusi PDB berasal dari Pulau Jawa, sementara daerah lain belum memiliki infrastruktur dan akses ekonomi yang memadai.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan pemerataan agar dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Aditya.

Aditya pun mengimbau Pemerintah agar lebih fokus pada peningkatan daya saing ekonomi, bukan hanya mengejar angka PDB. Langkah-langkah yang perlu diprioritaskan antara lain investasi di sektor industri bernilai tambah tinggi, peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja, serta percepatan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa.

“PDB tinggi itu bagus, tetapi jangan sampai kita terbuai dengan angka-angka tanpa melihat kualitas pertumbuhan ekonomi,” kata Aditya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia harus beralih dari ekonomi berbasis konsumsi dan komoditas ke ekonomi berbasis inovasi dan teknologi agar bisa bersaing di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.