BI Optimistis: Ekspor dan Belanja Pemerintah Jadi Mesin Utama Ekonomi Kuartal III!
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra
BUKITTINGGI – Ekspor dan belanja pemerintah memainkan peran vital dalam menjaga roda pertumbuhan ekonomi tetap berputar, terutama di tengah ketidakpastian global.
Di satu sisi, ekspor berfungsi sebagai mesin devisa, memperluas pasar produk domestik, dan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar dunia.
Ketika ekspor tumbuh, permintaan terhadap produksi dalam negeri ikut meningkat, yang pada gilirannya menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kinerja neraca perdagangan.
Sementara itu, belanja pemerintah menjadi instrumen fiskal yang langsung menggerakkan ekonomi dari sisi permintaan.
Melalui belanja infrastruktur, subsidi, dan program sosial, pemerintah mendorong aliran dana ke berbagai sektor produktif dan memperkuat daya beli masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kombinasi keduanya — ekspor yang kuat dan belanja pemerintah yang efektif — menciptakan keseimbangan antara pendorong eksternal dan internal pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia (BI) memandang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2025 akan didorong oleh kinerja ekspor yang positif, terutama ekspor nonmigas, serta belanja pemerintah yang berkontribusi pada penguatan permintaan domestik.
Khusus pada sisi ekspor, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya mengungkapkan bahwa data terkini menunjukkan ekspor komoditas tertentu seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja masih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Utamanya ke negara-negara seperti India dan Tiongkok ini masih tinggi, dan ini juga merupakan salah satu driver dari pertumbuhan ekonomi di triwulan III,” kata Juli dalam media gathering, di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (24/10).
BI juga memperkirakan, kinerja ekonomi pada semester II-2025 akan lebih baik dibandingkan semester sebelumnya.
Perbaikan ini ditopang oleh berbagai faktor, termasuk dukungan kebijakan pemerintah melalui pelaksanaan program-program prioritas di sektor ketahanan pangan, energi, dan lainnya, serta tambahan program bantuan sosial yang akan disalurkan pada triwulan IV.
Di sisi lain, bauran kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh, baik di bidang moneter, makroprudensial, maupun sistem pembayaran, juga diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
Dengan berbagai dukungan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 akan berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6-5,4 persen, dan berpotensi meningkat lebih baik lagi pada 2026.
Sementara itu, dari sisi ketahanan eksternal, BI mencatat bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih berdaya tahan, dengan defisit transaksi berjalan pada 2025 yang diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!