Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Pro Ekonomi Kerakyatan Efektif Memutar Roda Ekonomi

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Tanpa cadangan devisa yang cukup, rupiah akan sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar. Ini juga menandakan bahwa beban utang pemerintah semakin besar dan bisa menimbulkan implikasi keuangan yang serius,” tambahnya.

Aloysius juga menyoroti potensi menurunnya kepercayaan investor atau pemberi pinjaman jika skema perpanjangan utang (revolving loan) tidak menjadi opsi utama. Hal ini dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah dan berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebelum kebijakan ini diterapkan, telah muncul kesan bahwa sektor pertambangan menginginkan adanya kelonggaran terkait aturan DHE SDA. Dari sebelumnya hanya 30 persen yang wajib disimpan dalam sistem keuangan nasional, kini kebijakan melonjak menjadi 100 persen yang oleh banyak pelaku usaha pertambangan dinilai terlalu tinggi.

“Proses penentuan detail kelonggaran bisa menjadi titik lemah dalam kebijakan ini. Jika kepentingan beraroma rente lebih dominan, maka implementasi kebijakan ini bisa berujung pada keuntungan bagi segelintir pihak, bukan untuk kepentingan nasional,” jelasnya.

Aloysius mengingatkan bahwa jika kebijakan ini tidak diterapkan dengan pengawasan yang ketat, maka tujuan utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional bisa tergeser oleh kepentingan kelompok tertentu.

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan, selain stimulus, kebijakan-kebijakan yang pro ekonomi kerakyatan akan lebih efektif dalam memutar roda ekonomi, dan tidak menimbulkan ketergantungan seperti bantuan sosial.

“Saya rasa akan lebih efektif jika pemerintah menggerakkan perekonomian rakyat di daerah-daerah dengan menggenjot berbagai program seperti di sektor pertanian atau perikanan,” katanya.

Jika petani dan nelayan makmur, ekonomi desa akan lebih hidup dan ini dampaknya lebih berkualitas dari pada stimulus sejenis bantuan sosial. “Kebijakan-kebijakan yang lebih pro petani harus lebih diutamakan karena nadi ekonomi kita sebetulnya lebih banyak tersebar di desa-desa,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.