Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta gencarkan pasar murah Jelang Ramadan

📅 Senin, 17 Feb 2025, 21:22 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta gencarkan pasar murah Jelang Ramadan Doc: ANTARA/HO-Pemkot Yogyakarta
Ket. Pasar Murah di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Senin (17/2/2025).

Yogyakarta, 17/2  - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai menggencarkan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025.

"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat serta menekan laju kenaikan harga di pasaran selama periode menjelang hari besar," kata Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Sri Riswanti, di Yogyakarta, Senin.

Program "Pasar Murah Goes To Kemantren" berlangsung mulai 17 Februari hingga 6 Maret 2025 di 14 kemantren (kecamatan) di Kota Yogyakarta.

Menurut Riswanti, Pemkot Yogyakarta mengalokasikan bahan pangan dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kecamatan Umbulharjo, Gondokusuman, dan Mergangsan masing-masing mendapatkan 6 ton bahan pangan, sementara 11 kecamatan lainnya mendapatkan 4 ton.

Meskipun stok bahan pangan yang tersedia tahun ini lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat keterbatasan APBD Kota Yogyakarta, pemkot berupaya agar program ini tetap dapat menjangkau masyarakat luas.

"Kami tetap berupaya agar program ini dapat menjangkau masyarakat luas dan kesempatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan," ujar Riswanti.

Dalam penyelenggaraan pasar murah, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bulog dan PT Pangan Surya Makmur sebagai distributor utama untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih.

Namun, karena keterbatasan stok, pembelian minyak goreng dibatasi maksimal tiga liter per orang, sementara beras dapat dibeli tanpa batasan jumlah.

Untuk memanfaatkan program ini, menurut dia, masyarakat cukup membawa KTP sesuai domisili kemantren atau kecamatan tempat pasar murah berlangsung.

Informasi mengenai harga barang disebarluaskan melalui media sosial resmi kecamatan, sehingga masyarakat bisa mengetahui harga secara transparan sebelum berbelanja.

Titin Kristinaningsih, warga Kemantren Mantrijeron, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini karena selisih harganya signifikan dibanding yang dijual di pasar.

"Sangat membantu masyarakat, harganya lebih murah dibandingkan dengan yang ada di pasar," ujar Titin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.