Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangani Perubahan Iklim, KLH Indonesia-Kanada Bahas Potensi Karbon Biru

📅 Minggu, 16 Feb 2025, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tangani Perubahan Iklim, KLH Indonesia-Kanada Bahas Potensi Karbon Biru Doc: ANTARA/HO-KLH
Ket. Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq (kiri) dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Ahmed Hussen usai pertemuan di Kantor KLH di Jakarta pada Kamis (13/2/2025).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) membahas pengelolaan karbon biru sebagai bagian dari upaya menangani perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq bertemu dengan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Ahmed Hussen dalam pertemuan di Kantor KLH di Jakarta pada Kamis (13/2).

"Melalui Bilateral Meeting dengan Kanada, kami membahas pengelolaan karbon biru sebagai langkah strategis dalam menangani perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem," kata Hanif.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Hanif menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kedua negara secara khusus dalam bidang lingkungan hidup.

Dia juga menyampaikan sejumlah langkah yang diambil pemerintah Indonesia untuk menangani berbagai isu lingkungan hidup yang kini menjadi prioritas. Termasuk memperbaiki pengelolaan sampah dan berbagai aturannya, mengatasi pencemaran udara dan air serta mengeksplorasi potensi karbon.

Pihak KLH juga memberikan perhatian khusus terkait penyelesaian permasalahan lingkungan secara komprehensif dan terintegrasi untuk mengatasi permasalahan sampah dan polusi, penurunan emisi gas rumah kaca serta penerapan pemanfaatan sampah me jadi energi atau waste to energy.

Secara khusus, Hanif menyoroti kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin dalam bidang lingkungan hidup, termasuk Collaborative Environmental Project in Indonesia (CEPI) pada tingkat regional dan daerah di Pulau Sulawesi pada 1996-2003.

Dalam kesempatan tersebut dia juga membahas potensi untuk memperluas ruang lingkup kerja sama kedua negara, mencakup kerja sama bilateral langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.