Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Elon Musk: Jika Tidak Pangkas Anggaran AS Bisa Hadapi Kebangkrutan

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Elon Musk: Jika Tidak Pangkas Anggaran AS Bisa Hadapi Kebangkrutan Doc: Jim WATSON/AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump bersama Elon Musk .

WASHINGTON - Elon Musk mengingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) bisa menghadapi kebangkrutan jika tidak segera memangkas anggaran besar-besaran. Hal itu disampaikan saat konferensi pers bersama Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih pada Selasa (11/2).

Musk menyoroti defisit anggaran AS yang mencapai 1,8 triliun dollar AS pada 2024 serta tingginya pembayaran bunga atas utang publik.

“Mengurangi pengeluaran federal bagi Washington bukan pilihan opsional. Itu penting,” kata Musk seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/2).

Musk ditunjuk Trump untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (US Department of Government Efficiency/DOGE) yang baru dibentuk.

Namun, wacana pemotongan anggaran itu berseberangan dengan pengadilan AS. Sebab, hakim federal mempertanyakan legalitas tindakan pemangkasan biaya yang dilakukan Trump.

Rencana besar Trump, yang secara efektif telah menutup beberapa lembaga federal hingga mem-PHK pegawai telah memicu perdebatan hukum di seluruh negeri. Beberapa tuntutan hukum berusaha menghentikan wacana tersebut.

Kelompok yang kontra menggambarkan pemangkasan anggaran itu sebagai perebutan kekuasaan yang ilegal. Sementara itu, tim Musk telah bergerak melalui lembaga-lembaga federal dan membekukan program bantuan dan mendorong pengurangan pegawai.

Menanggapi isu tersebut, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, menilai kebangkrutan AS secara finansial sangat kecil kemungkinannya dibandingkan negara-negara kecil.

Konsumsi Domestik

Menurut Aloysius, risiko kebangkrutan AS harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, AS memiliki instrumen finansial yang jauh lebih fleksibel dibandingkan negara kecil.

“Implikasi kebangkrutan finansial pemerintahan AS tentu akan serius bagi banyak negara. Namun, secara praktis, kebangkrutan ini kecil kemungkinannya terjadi dibandingkan kalau hal yang sama dialami oleh negara kecil,” kata Aloysius.

Ia menekankan bahwa yang lebih perlu diperhatikan adalah sektor mana yang akan terdampak jika pemerintah AS benar-benar memangkas anggaran.

“Identifikasi penyebab utama lonjakan utang menjadi kunci. Apakah berasal dari belanja sosial, pertahanan, atau sektor lainnya? Ini yang akan menentukan dampaknya ke ekonomi global,” tambahnya.

Salah satu risiko utama dari pemangkasan anggaran besar-besaran adalah dampaknya terhadap konsumsi domestik AS. Jika pemangkasan menyasar jaminan sosial dan layanan kesehatan, biaya hidup masyarakat AS bisa meningkat drastis, yang akhirnya menekan daya beli mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.