Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aktivis Korsel Akhiri Gaya Hidup Konsumtif dengan Setop Beli Baju Baru

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Meningkatnya penggunaan aplikasi tersebut menunjukkan orang-orang ingin mengubah hubungan mereka dengan pakaian dan konsumerisme, kata dia.

Orang-orang sepertinya menyadari: "Saya tidak harus mengikuti tren dan saya bisa berpakaian dengan cara yang membuat saya nyaman," kata Dastyar.

Sementara bagi Lee, memutus siklus konsumsi pakaian murah membantunya meningkatkan kesehatan mentalnya. Saat remaja, ia akan khawatir tentang apa yang akan dikenakan pada perjalanan sekolah saat seragam tidak diwajibkan, setidaknya sebulan sebelumnya dan akan pergi berbelanja untuk meredakan ketakutannya.

Namun ketika ia mengetahui tragedi Rana Plaza di Bangladesh tahun 2013 yang merupakan salah satu bencana industri terburuk di dunia yang menewaskan lebih dari 1.130 pekerja pabrik garmen, kebanyakan dari mereka adalah perempuan muda, peristiwa itu menjadi titik balik baginya.

“Para pekerja pabrik itu ternyata tewas saat membuat pakaian untuk perempuan seperti saya," ucap Lee.

Bank Dunia memperkirakan industri mode global merupakan salah satu industri yang paling berpolusi, menyumbang hingga 10 persen emisi gas rumah kaca. Sebagian besar pakaian modern terbuat dari bahan sintetis seperti nilon dan poliester, yang pada dasarnya adalah plastik dan tidak terurai secara hayati di tempat pembuangan sampah, menurut data industri.

Mengupayakan pakaian agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah dapat membantu, tetapi di Korsel masih banyak yang enggan menggunakan pakaian bekas, kata Kim Dong-hyun, yang mengelola pabrik ekspor pakaian bekas.

"Orang-orang sering kali tidak menyukai seseorang yang mengenakan pakaian bekas karena pakaian tersebut dianggap sebagai barang yang tidak diinginkan," tutur Kim. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.