Marcos Jr Tak Campur Tangan dalam Pemakzulan Wapres Duterte
📅 Jumat, 07 Feb 2025, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/JAM STA ROSA
MANILA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Kamis (6/2) mengatakan bahwa ia tidak akan campur tangan dalam menentukan waktu pelaksanaan sidang pemakzulan wakil presidennya, yang diperkirakan akan dilaksanakan setelah pemilihan umum sela pada Mei.
Pernyataan Presiden Marcos Jr itu dilontarkan setelah pada Rabu (5/2) lalu anggota parlemen Filipina memilih untuk memakzulkan Wapres Sara Duterte atas tuduhan melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, dan kejahatan-kejahatan besar lainnya.
Setelah majelis rendah menyetujui petisi tersebut, Senat harus mengadakan sidang untuk mengadili wakil presiden. Jika terbukti bersalah, ia akan dicopot dari jabatannya dan dilarang dari jabatan publik.
Dalam komentar pertamanya sejak pemakzulan, Marcos Jr mengatakan bahwa tanggal persidangan Duterte sepenuhnya tergantung pada kebijaksanaan Senat.
“Terserah mereka bagaimana mereka memutuskan untuk mengadakan persidangan,” kata Presiden Filipina itu kepada para wartawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun aliansi Duterte dengan Marcos telah pecah secara spektakuler selama setahun terakhir, presiden menepis anggapan bahwa ia berperan dalam proses pemakzulannya.
“Ada implikasi bahwa entah bagaimana saya memberikan perintah kepada mereka (Kongres). Itu sama sekali tidak benar. Kami independen satu sama lain,” tutur dia. “Kalian semua memberi saya terlalu banyak dugaan,” imbuh dia.
Sebelumnya Presiden Senat, Francis Escudero, mengatakan kepada para wartawan bahwa persidangan Duterte mungkin tidak akan selesai sebelum kongres berikutnya pada Juli.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Senat Filipina hanya dapat menindaklanjuti pengaduan pemakzulan terhadap Wapres Sara Duterte pada tanggal 2 Juni ketika Kongres kembali bersidang setelah pemilihan paruh waktu,” kata Escudero. “Persidangan ini kemungkinan akan diperpanjang hingga Kongres ke-20. Itu hampir pasti,” imbuh dia.
Berbicara pada konferensi pers terpisah, Wakil Pemimpin Mayoritas DPR, Lorenz Defensor, setuju bahwa persidangan tersebut mungkin akan dilanjutkan ke Kongres berikutnya, yang anggotanya akan ditentukan melalui pemilihan umum pada tanggal 12 Mei nanti.
Tantangan Keabsahan
Menurut Dennis Coronacion, kepala departemen ilmu politik di Universitas Santo Tomas, Manila, akan digelarnya persidangan ini dapat memberikan amunisi bagi Duterte untuk menantang keabsahan pemakzulannya.
“Karena pemakzulan yang diputuskan oleh anggota parlemen yang masih menjabat dapat diadili oleh anggota parlemen yang baru, ada spekulasi bahwa hal ini akan memberikan wakil presiden sebuah upaya hukum dan memungkinkannya untuk menentangnya di Mahkamah Agung,” ucap Coronacion.
“Potensi terpilihnya senator pro-Duterte ke dalam badan tersebut juga dapat menghilangkan mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan untuk bisa memakzulkan wapres Filipina,” imbuh dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!