Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Google Luncurkan Gemini 2.0, Persaingan AI Semakin Ketat

📅 Kamis, 06 Feb 2025, 13:27 WIB | Oleh:
Google Luncurkan Gemini 2.0, Persaingan AI Semakin Ketat Doc: Foxbusiness/Getty
Ket. Logo Gemini dan Google ditampilkan pada ponsel di L'Aquila, Italia, 12 Februari 2024. Google mengganti chatbot AI-nya, Google Bard, dengan Gemini.

JAKARTA - Google baru saja mengumumkan Gemini 2.0, model kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru mereka, sebuah langkah besar yang menandai perubahan strategi perusahaan dalam persaingan AI global.

Peluncuran ini mencakup beberapa varian model AI yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari pengembang hingga pengguna umum.

Google merilis versi Gemini 2.0 Pro Experimental di Google AI Studio, Vertex AI, dan aplikasi Gemini untuk pengguna Gemini Advanced. Model ini diklaim sebagai model AI terbaik Google sejauh ini untuk pengodean dan perintah yang kompleks.

Selain itu, Google juga menghadirkan Gemini 2.0 Flash, model AI yang lebih ringan dan efisien, kini tersedia secara luas melalui API Gemini di Google AI Studio dan Vertex AI. Memberi pengembang akses lebih mudah ke AI yang lebih cepat dan hemat daya.

Untuk menyaingi startup AI asal Tiongkok, DeepSeek, Google juga memperkenalkan Gemini 2.0 Flash-Lite, versi lebih murah yang dapat diakses oleh pengembang melalui Google AI Studio dan Vertex AI.

Salah satu inovasi utama dalam Gemini 2.0 adalah Gemini 2.0 Flash Thinking Experimental, yang tersedia bagi pengguna aplikasi Gemini. Model ini dirancang untuk memecah perintah pengguna menjadi serangkaian langkah guna menghasilkan respons yang lebih akurat dan komprehensif terhadap perintah yang rumit.

Google juga meningkatkan integrasi Gemini dengan aplikasi populer seperti Google Maps, YouTube, dan Search, menjadikannya asisten AI yang lebih serbaguna dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

"Aplikasi-aplikasi yang terhubung ini menjadikan aplikasi Gemini sebagai asisten bertenaga AI yang sangat membantu, dan kami tengah menjajaki bagaimana kemampuan penalaran baru dapat dipadukan dengan aplikasi Anda untuk membantu Anda berbuat lebih banyak lagi," tulis Patrick Kane, Direktur Manajemen Produk untuk aplikasi Gemini di Google.

Peluncuran Gemini 2.0 merupakan respons langsung terhadap tren AI yang berkembang pesat, terutama munculnya DeepSeek, startup AI asal Tiongko yang menawarkan kinerja setara model besar dengan harga lebih murah.

Selain itu, Google juga menghadapi persaingan dari OpenAI yang baru-baru ini merilis o3-mini, model AI ringan yang bisa menjadi alternatif bagi pengembang.

Dengan peluncuran Gemini 2.0 Pro Experimental, Flash-Lite, dan Flash Thinking, Google menunjukkan ambisinya untuk tetap menjadi pemain utama dalam industri AI.

Selain model AI baru, Google juga memperkenalkan fitur Daily Listen, yang memberikan ringkasan berita terkini berbasis aktivitas pengguna di Search dan Discover.

Google tampaknya berupaya mengalihkan perhatian dari DeepSeek dan menarik lebih banyak pengguna ke ekosistem AI mereka. Namun, apakah strategi ini akan berhasil dalam menghadapi persaingan dari AI murah dan efisien seperti DeepSeek? Hanya waktu yang akan menjawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.