Tenaga Surya Opsi Terbaik Bagi RI Capai Target EBT 75 GW Sebelum 2035
📅 Rabu, 05 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Jadi pada dasarnya potensi PLTS di Indonesia sangat besar,”ungkap Fabby.
Kajian IESR BNEF juga paparnya mengindikasikan PLTS + BESS memberikan harga listrik yang lebih rendah dibandingkan dengan listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) setelah 2030.
Ini artinya PLTS + BESS memberikan biaya sistem listrik terendah atau least cost untuk tingkat faktor kapasitas yang setara dengan pembangkit thermal. "Jadi bagi PLN (Perusahaan Listrik Negara), lebih menguntungkan membangun PLTS + BESS skala besar ketimbang membangun pembangkit thermal dan mengoperasikan PLTU,"ungkap Fabby
Dia menjelaskan bahwa tantangan mengembangkan PLTS + BESS adalah pertama masih kuatnya persepsi mengenai intermitensi PLTS, yang sebenarnya bukan masalah saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, PLTU yang masih terus dioperasikan karena dianggap murah karena subsidi harga barubara oleh harga DMO (domestic market obligation).
Ketiga, ketentuan kontrak pembangkit thermal IPP (Independent Power Producer/perusahaan pembangkit listrik swasta) berupa take or pay yang mengakibatkan operasi sistem tidak berdasarkan merit order dan fleksibel.
Jadi, kunci untuk mengembangkan PLTS + BESS secara besar besaran dan mendapatkan manfaat ekonomi adalah reformasi regulasi, kebijakan serta modernisasi sistem ketenagalistrikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!