Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kalsel gelar FGD perkuat ketahanan pangan

📅 Rabu, 05 Feb 2025, 16:32 WIB | Oleh:
Pemprov Kalsel gelar FGD perkuat ketahanan pangan Doc: ANTARA-HO/KOMINFOKALSEL
Ket. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Banjarmasin, 5/2  - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus rapat koordinasi teknis se-Provinsi Kalimantan Selatan sebagai salah satu upaya untuk memperkuat program ketahanan pangan di daerah itu.

Plh Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah, mengatakan, FGD itu merupakan wadah untuk membahas dan mengumpulkan masukan dari dinas instansi terkait, masyarakat, dan akademisi mengenai isu strategis, permasalahan urusan pangan dan pertanian, serta menyinkronisasikan usulan-usulan kabupaten/kota, yang hasilnya akan dibawa ke Rakor Teknis Perencanaan Pertanian Tingkat Nasional.

“Pelaksanaan FGD ini menjadi bagian tahapan dari rangkaian penyusunan perencanaan pembangunan daerah, sinkronisasi dan harmonisasi dengan kabupaten/kota, sehingga perlu dilaksanakan untuk mencapai target pembangunan nasional,” kata Imam, di Banjarbaru, Rabu.

Ia berharap hasil dari FGD Konsultasi Publik dan Koordinasi Teknis Perencanaan Pertanian Tingkat Provinsi itu menjadi kerangka dasar untuk penyusunan rencana strategis yang mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, yaitu KALSEL BEKERJA (Berkelanjutan, Berbudidaya, Religi Dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

Menurut dia, guna mendukung salah satu janji gubernur, yaitu memperkuat Ketahanan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel telah melaksanakan kegiatan secara maksimal.

Dia menjelaskan, capaian angka sementara produksi untuk komoditas utama pada tahun 2024 yaitu padi 1.006.429,59 ton, jagung 86.037,21 ton, kacang tanah 2.761,8 ton, cabe besar 81.929,35 ton, cabe rawit 119.704, 38 ton, bawang merah 4.879,90 ton, dan jeruk 1.234.959 ton.

“Diharapkan untuk tahun selanjutnya capaian produksi lebih meningkat dengan perencanaan yang lebih matang dan terkonsep,” demikian Imam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota di Peru

18 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Hitler Mussolini Terpilih s...
Megapolitan
Bunuh Pelaku, Polisi Brasil...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.