Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Ekor Hewan Ternak Divaksinasi DKPP Bintan

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 16:04 WIB | Oleh:
Ratusan Ekor Hewan Ternak Divaksinasi DKPP Bintan Doc: ANTARA/HO-DKPP Kabupaten Bintan
Ket. Tim vaksinator Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Kepri melakukan vaksinasi booster terhadap hewan ternak, Kamis (11/5).

BINTAN - Tim vaksinator Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau bersama Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setempat melaksanakan vaksinasi booster (vaksinasi ulangan) terhadap ratusan hewan ternak.

"Vaksinasi ini dilakukan untuk melanjutkan vaksinasi pertama dan kedua yang telah dilaksanakan pada tahun 2022," kata Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan Iwan Berri Prima, Kamis.

Berry menyampaikan target vaksinasi booster ini adalah sebanyak 271 ekor sapi dan 56 ekor kambing yang tersebar di tujuh kecamatan di pulau Bintan, yakni Kecamatan Gunung Kijang sebanyak 34 ekor sapi, Kecamatan Teluk Bintan 26 ekor sapi, dan Kecamatan Toapaya 97 ekor sapi.

Kemudian Kecamatan Teluk Sebong sebanyak 36 ekor sapi dan 40 ekor kambing, Kecamatan Bintan Timur sebanyak 39 ekor sapi, Kecamatan Seri Kuala Lobam sebanyak 11 ekor sapi dan 12 ekor kambing serta Kecamatan Bintan Utara sebanyak 28 ekor sapi dan empat ekor kambing.

"Pelaksanaan vaksinasi booster ini dimulai sejak 11 Mei 2023 hingga minggu depan," ungkapnya.

Ia menjelaskan vaksinasi booster PMK pada hewan ternak ini menggunakan vaksin merk Aftosa produksi Argentina), dengan dosis penyuntikan 2 ml per ekor pada hewan sapi dan 1 ml per ekor pada hewan kambing sehingga secara keseluruhan target vaksinasi booster pada hewan sapi sebanyak 542 ml dosis dan 56 ml dosis pada hewan kambing.

Selanjutnya, kata dia, vaksinasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan PMK pada hewan ternak. Hingga saat ini Bintan masih dinyatakan sebagai daerah bebas PMK atau zona hijau PMK.

"Selain vaksinasi upaya menjaga kebersihan kandang atau sanitasi kandang, peningkatanbiosecuritydan pemeliharaan ternak dengan baik merupakan upaya yang juga harus dilakukan oleh peternak. Jangan hanya mengandalkan upaya vaksinasi semata, karena vaksinasi bukan satu-satunya cara mempertahankan Bintan bebas PMK" jelas Berri.

Sementara itu, guna meningkatkan keamanan dan kesehatan hewan warga diimbau untuk tidak memasukkan hewan ternak rentan PMK, seperti sapi dan kambing dari luar Kabupaten Bintan tanpa prosedur alias ilegal.

Hal itu mengacu pada Surat Edaran Satgas PMK Pusat Nomor 08 tahun 2022, yang mana sebagai daerah zona hijau, Kabupaten Bintan hanya diperkenankan memasukkan ternak dari sesama zona hijau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.