'Gantikan' TikTok, RedNote Jadi Kemenangan Tak Terduga bagi ‘Soft Power’ Tiongkok
📅 Minggu, 02 Feb 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim PenulisInteraksi antara orang Amerika dan Cina juga membantu menantang narasi arus utama tentang Cina. Beberapa pengguna western di platform ini mulai mempertanyakan retorika permusuhan terhadap Cina yang kerap menjadi pusat perdebatan politik. Interaksi ini, sebaliknya, membuat pengguna asal Cina juga mulai meninjau kembali pandangan mereka tentang Barat, dengan diskusi yang lebih terbuka mengenai berbagai isu, mulai dari geopolitik hingga sistem kesehatan.
Belum dapat dipastikan apakah pertumbuhan Xiaohongshu, bersamaan dengan perkembangan budaya pop Cina lainnya seperti kesuksesan video game Black Myth Wukong, akan menciptakan “gelombang Cina” yang mirip dengan kebangkitan budaya pop Korea Selatan yang sukses menjangkau audiens global pada akhir 1990-an. Namun yang jelas, hal ini tetap menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya tarik budaya Cina di negara-negara berbahasa Inggris.
Menghadapi masa depan
Kebangkitan Xiaohongshu yang pesat, serta perdebatan di Barat mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh TikTok, menunjukkan bagaimana media sosial dan internet secara keseluruhan telah menjadi semakin terfragmentasi dalam beberapa tahun terakhir. Ini merupakan salah satu konsekuensi dari reaksi balik terhadap globalisasi, dengan berbagai kawasan geopolitik yang berusaha menciptakan internet versi mereka sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Contoh paling menonjol adalah Proyek Golden Shield Cina, yang dikenal sebagai “Great Firewall of China”. Proyek ini secara efektif menciptakan lingkungan internet lokal Cina dengan membatasi akses ke situs web tertentu dan membangun versi Tiongkok dari platform utama Barat. Jika pembatasan lebih lanjut terjadi, kemungkinan internet akan semakin terpecah dari entitas tunggal menjadi beberapa bagian.
Namun, skenario ini bukanlah hasil yang pasti tercapai. Berbeda dengan Kongres AS, Trump sendiri cenderung enggan melarang TikTok dan bahkan mengundang CEO platform tersebut, Shou Zi Chew, ke pelantikannya. Langkah ini barangkali didorong oleh peran penting TikTok dalam menyebarkan pesan gerakan Make America Great Again (MAGA), sesuatu yang melekat pada pendukung Trump.
Apakah pertumbuhan Xiaohongshu akan berlanjut atau hanya menjadi tren sesaat, masih harus dilihat. Namun, yang jelas, ini adalah fase baru dari interaksi antara Cina dan Barat – yang menunjukkan bahwa buku panduan lama tentang “hubungan kekuatan besar” perlu diperbarui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tom Harper, Lecturer in International Relations, University of East London
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!