Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mandat EV Dicabut di AS, Ini Dampaknya terhadap RI Menurut Celios

25 Selasa, 28 Jan 2025, 11:32 WIB | Oleh:
Mandat EV Dicabut di AS, Ini Dampaknya terhadap RI Menurut Celios Mandat EV Dicabut di AS, Ini Dampaknya terhadap RI Menurut Celios Doc: ANTARA/HO-KBRI
Ket. Arsip Foto - Dubes RI Suryopratomo memaparkan kebijakan energi Indonesia pada acara World Opportunities Forum.

JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (Celios) menyatakan ada empat dampak kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mencabut mandat penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di negaranya terhadap ekosistem pengembangan EV di Indonesia.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dihubungi di Jakarta, Selasa (28/1), mengatakan dampak tersebut antara lain yakni permintaan mineral kritis untuk bahan baku baterai kendaraan listrik akan menurun, berpalingnya minat investor asal AS, pembiayaan internasional berpotensi macet, serta hilirisasi nikel di Tanah Air akan didominasi oleh perusahaan asal Tiongkok.

Dia menjelaskan, menurunnya permintaan mineral kritis di dunia, secara langsung membuat harga seperti nikel, tembaga, timah dan bauksit yang merupakan bahan baku EV akan turun drastis.

"Saat ini harga referensi nikel di pasar internasional anjlok 3,7 persen year on year, kobalt turun 16,6 persen di periode yang sama. Diperkirakan dampak ke penurunan harga dalam dua bulan ke depan memicu perubahan rencana bisnis perusahaan EV di AS sehingga berisiko ke perubahan kontrak pasokan bahan baku," katanya.

Selanjutnya, ia mengatakan investasi perusahaan AS terutama untuk smelter nikel hingga pabrik baterai semakin kecil prospeknya. Padahal sebelumnya kebijakan Inflation Reduction Act (IRA) memberi harapan adanya investor asal AS yang membawa perubahan pada tata kelola hilirisasi tambang di Indonesia.

Bhima mengatakan, pembiayaan internasional dalam kerangka transisi energi dan elektrifikasi sektor transportasi AS ke Indonesia juga akan menurun bahkan macet.

Dia menyampaikan, dalam Just Energy Transition Partnership (JETP) ada peran dekarbonisasi industri mineral, dan mendorong komponen EV domestik. Sehingga apabila AS sudah mencabut mandat kendaraan listrik hingga Kesepakatan Paris, akan membuat kemitraan terkait transisi energi tidak bisa diharapkan.

Dampak selanjutnya, yakni hilirisasi nikel di Indonesia akan didominasi oleh perusahaan asal Tiongkok.

Menurut Bhima, situasi ekonomi Tiongkok saat ini sedang mengalami pelambatan, sehingga berimbas ke harga nikel olahan terutama bahan baku stainless steel yang diproduksi Indonesia.

"Kinerja ekspor nikel olahan tahun ini diproyeksi makin terpuruk dan berimbas juga ke penurunan surplus neraca dagang," katanya pula.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mencabut mandat penggunaan kendaraan listrik di AS.

Dalam pidato pelantikannya, Trump mengatakan tujuan dirinya mencabut mandatory tersebut supaya meningkatkan kontribusi sektor otomotif AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Napoli D...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.