Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korban Tragedi Longsor Jombang Ditemukan Tim SAR Gabungan

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 21:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Tragedi Longsor Jombang Ditemukan Tim SAR Gabungan Doc: ANTARA
Ket. Petugas mencari korban tertimbun tanah longsor di Jombang, Jawa Timur, Jumat (24/1/2025).

JOMBANG– Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kedua, yakni Ducha Ismail (55), dalam tragedi tanah longsor di Dusun Baturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Koordinator Pos Basarnas Malangraya, Yoni Fariza, mengemukakan korban Ducha Ismail ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 16.00 WIB.

"Korban kedua berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dan membutuhkan waktu cukup lama untuk proses evakuasi," katanya di Jombang, Jumat (24/1).

Dia mengatakan tubuh korban ditemukan terjepit di antara material rumah. Banyak peralatan dapur serta kayu di sekitar tubuh korban, sehingga memang membutuhkan waktu untuk proses evakuasi. Tubuh korban ditemukan sekitar 10 meter hingga 15 meter dari lokasi rumahnya. Ia ditemukan meninggal dunia.

Pihaknya mengungkapkan dengan sudah ditemukannya korban kedua itu, operasi SAR akan diusulkan ditutup. Untuk tim lainnya juga dikembalikan ke satuan masing-masing.

Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Baturejo, Desa Sambirejo, Jombang, Kamis (23/1) pagi. Kejadian ini diduga karena curah hujan yang tinggi pada Rabu (22/1) malam.

Kejadian tanah longsor ini mengakibatkan beberapa rumah tertimbun material longsoran. Dalam musibah ini, lima orang juga menjadi korban. Tiga berhasil selamat dan dua ditemukan meninggal dunia.

Dalam proses pencarian dua korban yang merupakan ayah dan anak, petugas juga mengalami kendala tersendiri. Kondisi tanah di sekitar area longsor masih labil dan hujan turun saat siang hari.

Untuk itu, tim memasang safety officer, yang akan memberikan peringatan jika ada tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam keselamatan seluruh personel yang sedang melakukan pencarian.

Selama pencarian, tim juga menggunakan dua metode yaitu penggalian dengan menggunakan alat berat dan penggalian secara manual.

Pencarian dengan menggunakan ekskavator dilakukan di area seluas sekitar 365 meter persegi.

Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan peralatan gali manual (seperti cangkul dan sekop), yang dilakukan oleh puluhan personel tim SAR gabungan di sisi lainnya, dengan luas sekitar 316 meter persegi.

Saat ini, korban juga sudah dikembalikan kepada keluarga dan dimakamkan di area pemakaman desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Ukraina Klaim Produksi Miny...
Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Swiss Siap Menjadi Tuan Rum...

Warga Russia Dibatasi dalam Membeli Bahan Bakar Kendaraan

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Daerah
Pemkab Sigi: 787 Rumah Rusa...
Megapolitan
Warga Tangerang Pertimbangk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.