Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini yang Dilakukan BPOM untuk Kuatkan Mitigasi Epidemi Global

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan BPOM untuk Kuatkan Mitigasi Epidemi Global Doc: ANTARA/HO-BPOM
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) Regulatory Innovations Workshop di Singapura, Rabu (22/1/2025).

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguatkan upaya global menghadapi ancaman epidemik melalui penguatan sistem ketahanan kesehatan nasional serta dorongan bagi industri farmasi nasional untuk menciptakan inovasi produk vaksin.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis malam, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, kolaborasi penting guna menghadapi tantangan kesehatan global. Menurutnya, upaya yang dilakukan Indonesia dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor senada dengan yang dilakukan dunia melalui forum The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

“Di Indonesia, kami mengembangkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah yang kami sebut dengan skema ABG (Academic, Business, and Government). Skema ini bertujuan menyeimbangkan antara sains dan industri baru karena keduanya berkontribusi signifikan pada sektor kesehatan,” kata Taruna.

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara besar, dan pihaknya melakukan pengawasan pre dan post-market, memiliki sistem regulatori yang kokoh dalam jaminan pemenuhan khasiat, keamanan, dan mutu.

Ketangguhan sistem regulatori tersebut, katanya, terbukti dari hasil penilaian WHO NRA Benchmarking Assessment pada 2018 menempatkan BPOM dalam maturitas level 3 untuk produk vaksin, yang berarti sistem itu berfungsi dan terintegrasi dengan baik.

Terlebih, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk masuk ke otoritas terdaftar WHO (WHO-Listed Authority/WLA). Pengakuan WLA, katanya, tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga memperkuat reputasi otoritas regulasi Indonesia di mata dunia.

Dengan status ini, katanya, regulator di negara-negara lain akan lebih percaya terhadap standar yang diterapkan Indonesia dalam proses pengawasan dan sertifikasi produk kesehatan.

"Kepercayaan ini membuka peluang untuk kerja sama antarregulator dalam bentuk harmonisasi kebijakan, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas pengawasan obat dan vaksin ke Indonesia sehingga mampu memperluas pangsa pasar global," tuturnya.

Adapun Taruna berkesempatan memimpin diskusi pada sesi “Expediting Regulatory Approvals and Supporting Manufacture” dalam The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) Regulatory Innovations Workshop di Singapura, Rabu (22/1). Dalam forum tersebut, Ia menyerukan pentingnya dunia menghadapi ancaman epidemik di masa depan.

Dia juga berdiskusi dan menjalin hubungan dengan CEPI, WHO, United States Food and Drug Administration (US FDA), dan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia. Pihaknya terus membangun jejaring internasional untuk meningkatkan peran BPOM di kancah global.

Workshop tersebut membahas inovasi regulasi yang dapat mempercepat pengembangan dan otorisasi vaksin di masa depan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat kesehatan.

Selain itu, katanya, juga membedah perkembangan industri vaksin di Asia Selatan dan Asia Pasifik serta pertimbangan regulasi terkait, identifikasi peluang dan tantangan dalam percepatan proses regulasi, serta upaya kolaborasi dan konvergensi antar regulator untuk mendukung percepatan otorisasi vaksin demi mencapai kesetaraan akses.

"Kolaborasi dengan CEPI tidak hanya mempercepat pengembangan dan distribusi vaksin di Indonesia, tetapi juga mendorong kemandirian Indonesia dalam memproduksi produk kesehatan," ujar Taruna.

Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang erat, pihaknya berharap dapat terus memainkan peran aktif dalam memastikan kesiapsiagaan Indonesia menghadapi wabah di masa depan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kesehatan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.