3LM, Aksi Cegah Stunting Targetkan 1 Juta Anak Diluncurkan
📅 Kamis, 23 Jan 2025, 19:20 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA – Stunting masih menjadi tantangan kesehatan yang dihadapi anak Indonesia. Sebesar 21,6 persen atau sekitar 1 dari 5 anak di Indonesia masih mengalami stunting. Padahal, stunting bisa menjadi salah satu permasalahan yang dapat menghambat tumbuh kembang dan potensi optimal anak-anak.
Permasalahan stunting tidaklah berdiri sendiri, bukan hanya terkait dengan masalah ekonomi. Baik anak dari keluarga yang mampu maupun tidak mampu secara ekonomi dapat beresiko mengalami stunting. Sebab, lingkungan terdekat anak merupakan faktor yang turut memberi pengaruh besar pada persoalan stunting di Indonesia.
Untuk PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) terus memperkuat kolaborasi dan mendukung pemerintah mendorong pencegahan stunting di Indonesia Sarihusada berkolaborasi dengan Alodokter meluncurkan kampanye Aksi 3 Langkah MAJU (3LM). Aksi 3LM bertujuan untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini dengan melakukan edukasi dan skrining atau skrining stunting.
Aksi 3LM merupakan bagian dari keberlanjutan program Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) yang telah diinisiasi sejak tahun 2023. Kampanye tersebut ditargetkan bisa menjangkau setidaknya 1 juta anak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Novitria Dwinanda, SpA(K), mengatakan, terdapat berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting antara lain, rendahnya pemahaman orangtua tentang stunting. Akibatnya mereka kurang memperhatikan asupan Bunda selama kehamilan dan asupan anak seperti kecukupan ASi dan praktik pemberian makan pendamping (MPASI) yang tidak tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu rendahnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin karena kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan. Masih banyak orang tua di Indonesia sulit menerima kenyataan atau malu jika anaknya terdiagnosa stunting dan cenderung menyangkal diagnosis dan menolak untuk dirujuk ke Rumah Sakit agar mendapat penanganan komprehensif.
“Oleh karena itu, penangan anak dengan risiko stunting adalah dengan intervensi keluarga dan lingkungan terdekat anak, serta dibarengi dengan peningkatan pemahaman tentang pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi tepat, dan pemahaman diagnosis stunting sendiri. Hal ini merupakan salah satu upaya penurunan angka stunting di Indonesia,” ujar dia dalam acara konferensi pers Aksi 3 3LM, di Jakarta pada hari Kamis (23/1).
Novitria menambahkan, skrining dan rujukan sangat penting dalam mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS). Sebab, skrining dini menjadi kunci dalam deteksi awal sehingga intervensi cepat dapat dilakukan.
“Skrining efektif mencakup pengukuran tinggi, berat badan, dan penilaian status gizi untuk memastikan anak tumbuh sesuai standar. Sehingga, deteksi dini memungkinkan penanganan tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan memastikan anak mendapatkan perawatan optimal,” jelasnya.
Sedangkan rujukan terapi stunting kata Novitria, untuk memastikan anak menerima intervensi yang tepat, seperti suplementasi gizi, perubahan pola makan, dan pemantauan intensif. Melalui rujukan yang tepat, anak dapat mengakses sumber daya yang diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan mencegah dampak jangka panjang stunting.
“Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam proses ini, mulai dari tenaga kesehatan hingga keluarga, akan sangat berkontribusi pada upaya mewujudkan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS),” tambahnya.
Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia Lee Meeng Thong, CEO mengatakan, GMBS dari Sarihusada yang dikembangkan bersama Alodokter sejak tahun 2023 dan telah menjangkau lebih dari 8.000 penerima manfaat. Kegiatannya berupa skrining status gizi anak di 50 titik lokasi di Indonesia.
“Pada tahun 2025 ini, kami kembali berkolaborasi bersama Alodokter sebagai mitra yang memiliki visi yang sama untuk mendukung kesehatan anak Indonesia, dengan meluncurkan kampanye Aksi 3LM yang masih menjadi bagian dari GMBS,” ucapnya.
Inisiatif kolaborasi melalui kampanye terbaru ini sejalan dengan visi Sarihusada untuk memperluas akses kesehatan dan pemenuhan nutrisi bagi anak Indonesia. Selain itu aksi tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk terus mendorong pencegahan stunting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!