Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tinggalkan Perjanjian Iklim Paris

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Trump Tinggalkan Perjanjian Iklim Paris Doc: istimewa
Ket. Presiden Donald Trump pada hari Senin (20/1), mengumumkan penarikan diri Amerika Serikat (AS) dari perjanjian iklim Paris untuk kedua kalinya

WASHINGTON - Presiden Donald Trump pada hari Senin (20/1), mengumumkan penarikan diri Amerika Serikat (AS) dari perjanjian iklim Paris untuk kedua kalinya, sebuah penolakan tegas terhadap upaya global untuk menanggulangi pemanasan global karena bencana cuaca semakin parah di seluruh dunia.

Dikutip dari Alto Broadcasting System Chronicle Broadcasting Network (ABS CBN), pemimpin dari Partai Republik itu juga mengumumkan "darurat energi nasional" untuk memperluas pengeboran migas. Ia juga mengatakan akan menghapus standar emisi kendaraan yang setara dengan "mandat kendaraan listrik," dan berjanji untuk menghentikan pengembangan ladang angin lepas pantai.

"Saya segera menarik diri dari penipuan Perjanjian Iklim Paris yang tidak adil dan sepihak," ujarya kepada para pendukung yang bersorak di arena olahraga Washington pasca dilantik. 

"AS tidak akan menyabotase industri kami sendiri sementara Tiongkok mencemari lingkungan tanpa sanksi."

Trump juga menandatangani perintah yang menginstruksikan badan-badan federal untuk menolak komitmen pendanaan iklim internasional yang dibuat di bawah pemerintahan sebelumnya, dan mengeluarkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberitahukan niat Washington untuk meninggalkan perjanjian tersebut.

Berdasarkan aturan perjanjian tersebut, AS akan secara resmi keluar dalam waktu satu tahun.

Para kritikus memperingatkan bahwa langkah tersebut merusak kerja sama global dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan dapat membuat pencemar besar seperti Tiongkok dan India semakin melemahkan komitmen mereka. Sementara itu, Argentina, di bawah Presiden Libertarian Javier Milei, juga mengatakan bahwa pihaknya sedang "mengevaluasi ulang" keikutsertaannya.

"Menarik AS dari Perjanjian Paris adalah sebuah tragedi," kata Rachel Cleetus, dari Union of Concerned Scientists, seraya menambahkan bahwa tindakan tersebut "menunjukkan pemerintahan yang sangat acuh tak acuh terhadap dampak buruk perubahan iklim yang dialami rakyat di AS dan di seluruh dunia."

Langkah ini dilakukan ketika suhu rata-rata global selama dua tahun terakhir melampaui ambang batas pemanasan kritis 1,5 derajat Celsius untuk pertama kalinya, yang menggarisbawahi urgensi tindakan iklim.

Trump sebelumnya menarik AS dari Perjanjian Paris selama masa jabatan pertamanya. Meskipun demikian, perjanjian tersebut -- yang diadopsi pada tahun 2015 oleh 195 pihak untuk mengekang emisi gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim -- tampaknya akan bertahan lama.

"Penarikan diri AS dari Perjanjian Paris sangat disayangkan, tetapi aksi iklim multilateral telah terbukti tangguh dan lebih kuat daripada politik dan kebijakan negara mana pun," kata Laurence Tubiana, arsitek utama kesepakatan tersebut.

1737479893_2be1d6682348158ff02e.jpg

Pujian dan Kemarahan

Tindakan Trump tersebut menuai pujian dari para pemimpin industri energi dan kemarahan langsung dari para penggiat lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Luar Negeri
Filipina Dorong Akselerasi ...
Nasional
Bulog Capai Rekor Pengadaan...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.