TikTok Pulihkan Layanan di AS Setelah dapat Jaminan dari Trump
📅 Selasa, 21 Jan 2025, 02:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STikTok, yang kembali daring di AS pada Minggu sore, tidak menanggapi seruan Trump agar sebagian kepemilikan Amerika atas aplikasi tersebut menjadi milik warga Amerika.
Analis Wedbush Securities, Dan Ives mengatakan bahwa episode tersebut "menandai kemenangan besar bagi TikTok dan kemenangan politik bagi Trump," dan menyamakan episode tersebut dengan "permainan poker berisiko tinggi antara AS dan Tiongkok."
Pada rapat umum sebelum pelantikan, Minggu malam di arena olahraga Washington, Trump menekankan antusiasmenya untuk menyelamatkan aplikasi tersebut. "Terus terang, kita tidak punya pilihan lain, kita harus menyelamatkannya," katanya kepada khalayak sambil mengindikasikan bahwa ada "banyak pekerjaan" yang terlibat.
"Kami tidak ingin memberikan bisnis kami ke Tiongkok, kami tidak ingin memberikan bisnis kami ke orang lain," kata Trump kepada para pendukungnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Undang-undang mengizinkan penundaan larangan selama 90 hari jika Gedung Putih dapat menunjukkan kemajuan ke arah kesepakatan yang layak, tetapi sejauh ini ByteDance dengan tegas menolak penjualan apa pun dan berjanji untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump dalam mencari "solusi jangka panjang yang menjaga keberadaan TikTok" di AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!