Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rombongan Kru Pesawat Terindikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Rombongan Kru Pesawat Terindikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Pedagang mengangkut barang dagangan dari dalam gedung Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta, Senin (20/1). Mereka diizinkan mengevakuasi barang dagangan yang selamat dari kebakaran lantai 7, 8, dan 9 Glodok Plaza, Rabu (15/1) malam tersebut.

JAKARTA – Sungguh mengejutkan, selama ini hanya ada informasi satu pramugari yang mungkin menjadi korban kebakaran Glodok Plaza. Namun, setelah diteliti jenazah-jenazah yang dikirim ke RS Polri, ternyata rombongan kru menjadi korban kebakaran yang terjadi Rabu pekan lalu tersebut.

Kabar mencengangkan ini datang dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Betapa tidak, menurut RS enam korban kebakaran Glodok Plaza, Taman Sari, Jakarta Barat terindikasi adalah kru pesawat terbang. Informasi ini diperoleh dari keterangan keluarga.

“Diduga ada enam kru. Informasi ini diperoleh dari laporan keluarga,” tutur Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri Kombes Ahmad Fauzi di Jakarta, Senin. Menurutnya, petugas menanyai keluarga akan pekerjaan para korban. Sebagian keluarga menyatakan, korban bekerja di maskapai penerbangan.

Fauzi menyebut, setelah menelusuri, kru pesawat itu terdiri dari pilot, pramugari, pramugara, teknisi, dan lainnya. “Kemudian kita telusuri, kalau kru pesawat, pilot, pramugari, pramugara atau teknisi, biasanya memiliki data rekam medis,” ujar Fauzi.

Selain itu, RS Polri juga mengirimkan surat ke Balai Kesehatan Penerbangan untuk meminta data rekam medis. Biasanya, Balai Kesehatan Penerbangan memiliki data rekam medis yang baik. Selain mengirim surat, Fauzi juga sudah berhubungan dengan salah satu orang kesehatan di penerbangan.

RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur kesulitan mengidentifikasi korban kebakaran Glodok Plaza, Taman Sari, Jakarta Barat karena kondisi jenazah mengalami luka bakar derajat empat (sangat parah).

“Karena kondisi korban yang terbakar cukup parah, derajat empat, menjadi kendala identifikasi jenazah korban kebakaran,” tambah Ahmad Fauzi.

Pusdokkes RS Polri juga turun langsung ke tempat kejadian perkara di Glodok Plaza untuk memastikan evakuasi korban sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Lalu, RS Polri juga telah mengambil sampel deoxyribonucleic acid (DNA) dari 14 keluarga yangkehilangan anggota. RS Polri sudah menerima delapan kantong jenazah.

Selain itu, Fauzi menyebut kendala lain saat mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Glodok Plaza yakni kebakaran ini merupakan bencana terbuka (open disaster). Artinya jumlah korbannya tidak diketahui.

RS Polri mendapatkan laporan kehilangan yang lebih banyak dari kantong jenazah yang diterima (8). Open disaster sehingga siapa menjadi korban belum pasti. Mereka bisa saja cleaning service, pengunjung, atau siapa saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.