Bahasa Daerah Harus Masuk dalam Ekosistem AI
📅 Senin, 25 Mei 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan bahasa daerah harus ikut masuk ke dalam ekosistem digital yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) guna mendukung pelestariannya.
Menurutnya, keterlibatan teknologi memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tidak tertinggal.
“Bahasa daerah juga harus masuk ke dalam ekosistem AI agar tetap relevan dan terus digunakan generasi muda,” kata Atip di Jakarta pada Senin.
Ia menilai pengembangan teknologi berbasis Large Language Model (LLM) perlu dioptimalkan agar bahasa-bahasa daerah Indonesia dapat digunakan secara luas di ruang digital, mulai dari aplikasi hingga platform AI masa depan.
Pada kesempatan itu pula, Atip menegaskan pelestarian bahasa daerah tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan bahasa daerah harus benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan.
“Jika bahasa daerah hanya hadir dalam buku atau sekadar menjadi mata pelajaran tanpa digunakan dalam pembelajaran sehari-hari, maka lama-kelamaan bahasa daerah hanya akan menjadi kenangan,” ujarnya
Karena itu, Atip pun mendorong agar bahasa daerah diperkuat melalui penggunaannya sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah itu disebutnya penting agar generasi muda tetap akrab dan bangga menggunakan bahasa ibu mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!