Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Hakim Ditembak Mati di Gedung Mahkamah Agung Iran

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 19:12 WIB | Oleh:
Dua Hakim Ditembak Mati di Gedung Mahkamah Agung Iran Doc: Istimewa
Ket. Pria bersenjata tak dikenal membunuh Ali Razini dan Mohammad Moghisseh sebelum menembak dirinya sendiri

TEHERAN - Dua hakim tewas dalam penembakan pada hari Sabtu (18/1) di gedung Mahkamah Agung di Teheran, media pemerintah Iran melaporkan.

"Pagi ini, seorang pria bersenjata menyusup ke gedung Mahkamah Agung dalam rencana pembunuhan terhadap dua orang hakim pemberani dan berpengalaman. Kedua hakim tersebut tewas dalam aksi tersebut," demikian dilaporkan situs web Mizan Online milik lembaga peradilan tersebut.

Dari The Guardian, Mizan mengatakan,  penyerang bunuh diri setelah melakukan aksi "teroris". Kantor berita pemerintah, IRNA, mengatakan satu orang lainnya terluka.

Kedua hakim yang dibunuh tersebut telah diidentifikasi oleh Mizan sebagai Ali Razini dan Mohammad Moghisseh, keduanya menangani kasus-kasus “melawan kejahatan terhadap keamanan nasional, spionase, dan terorisme”.

Juru bicara pengadilan, Asghar Jahangir mengatakan di televisi pemerintah bahwa “seseorang bersenjata pistol memasuki ruangan” kedua hakim dan menembak mereka.

"Beberapa individu telah diidentifikasi, dipanggil, atau ditangkap terkait dengan insiden tersebut," tambahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Motif di balik pembunuhan itu tidak segera jelas, tetapi Mizan mengatakan penyerang tidak terlibat dalam kasus apa pun di Mahkamah Agung.

Pihak berwenang mengatakan penyelidikan atas serangan itu sedang dilakukan.

Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas kematian tersebut dan meminta pihak berwenang untuk bertindak cepat.

“Saya sangat mendesak aparat keamanan dan penegak hukum untuk mengambil tindakan yang diperlukan secepatnya dengan mengkaji dimensi dan sudut pandang tindakan tercela ini dan mengidentifikasi para pelakunya.”

Moghisseh, 68 tahun, dijatuhi sanksi oleh AS pada tahun 2019 karena telah “mengawasi banyak sekali persidangan yang tidak adil, di mana tuduhan tidak berdasar dan bukti diabaikan”, menurut Departemen Keuangan AS.

Razini, 71 tahun, memegang beberapa posisi penting di lembaga peradilan Iran dan sebelumnya pernah menjadi sasaran percobaan pembunuhan pada tahun 1998 oleh penyerang “yang memasang bom magnetik di kendaraannya”, menurut Mizan.

Meskipun serangan yang menargetkan hakim jarang terjadi, Iran telah menyaksikan sejumlah penembakan yang menargetkan tokoh-tokoh terkenal dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Oktober, seorang pendeta Muslim Syiah ditembak mati di kota selatan Kazerun setelah memimpin salat Jumat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.