Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen UGM Sebut Makan Bergizi Gratis Berpeluang Tingkatkan Fungsi Kognitif Siswa

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 05:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dosen UGM Sebut Makan Bergizi Gratis Berpeluang Tingkatkan Fungsi Kognitif Siswa Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Ilustrasi: Sejumlah murid menikmati makan bergizi gratis di TK Kartika 1-55 Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/1/2025).

Yogyakarta - Dosen Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo mengatakan program makan bergizi gratis (MBG) berpotensi besar meningkatkan kemampuan fungsi kognitif siswa jika dikelola dengan baik.

"Konsumsi makanan bergizi, seperti protein dari telur, sangat penting untuk mendukung perkembangan otak," ujar Toto dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu.

Penyajian MBG, kata dia, perlu diimbangi dengan pengolahan gizi dari menu makanan. "Penyajiannya juga harus diperhatikan agar anak-anak tertarik untuk mengonsumsinya," katanya.

Dia mencontohkan, menu telur yang diolah dengan baik, seperti dadar atau orak-arik, akan memberikan manfaat lebih karena tambahan kalorinya.

Oleh karena itu ia menekankan kualitas gizi makanan lebih diutamakan daripada kuantitas makanan saja.

"Yang penting anak-anak mau makan dan makanan tidak terbuang. Jangan sampai makanan hanya diacak-acak dan menjadi sampah," kata dia.

Toto menilai program MBG adalah investasi jangka panjang yang memerlukan komitmen berkelanjutan dari berbagai pihak.

Dia pun mengingatkan bahwa keberhasilan program serupa di India ini baru terlihat setelah berjalan lebih dari satu dekade.

"Program ini harus berjalan terus-menerus dan tidak boleh berhenti hanya karena berganti pemerintahan. Jika konsisten, Indonesia bisa mencapai hasil yang signifikan, baik dalam hal kesehatan, kemampuan, maupun prestasi

Sementara itu, Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM Prof Subejo menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan program MBG.

Subejo mengatakan ketergantungan pada bahan impor seperti gandum menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

"Indonesia memiliki banyak sumber karbohidrat lokal seperti singkong, jagung, dan sagu. Jika bahan-bahan ini dimanfaatkan, kita tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga memberdayakan petani lokal," katanya.

Menurut Subejo, jika masyarakat desa diberi otoritas untuk mengelola dana dan menyusun menu berbasis bahan lokal, distribusi akan lebih efisien dan dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat.

"Mekanisme ini juga dapat mengurangi risiko makanan basi karena perjalanan distribusi yang terlalu jauh," ujar Subejo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

52 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

58 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.