Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badiul Fitra: Stimulus Fiskal Lebih Tepat Ketimbang Turunkan Suku Bunga

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 09:51 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Badiul Fitra: Stimulus Fiskal Lebih Tepat Ketimbang Turunkan Suku Bunga Doc: istimewa
Ket. Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi mengatakan, penurunan suku bunga acuan akan efektif jika konsumsi dan investasi sudah kuat

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi mengatakan, Negara-negara maju rata-rata menjadikan kebijakan stimulus fiskal dibandingkan menurunkan suku bunga acuan. 

Karena, penurunan suku bunga acuan akan efektif jika konsumsi dan investasi sudah kuat. "Ketika konsumsi melemah maka kebijakan penurunan suku bunga acuan kurang efektif karena daya beli masyarakat menurun dan permintaan tetap rendah,"tegasnya menanggapi langkah BI menurunkan suku bunga acuan, Minggu (19/1)

Dalam konteks ekonomi Indonesia dimana sedang terjadi pelemahan konsumsi rumah tangga sebagai penyokong ekonomi maka penurun suku bunga cadangan kurang efektif. Akan lebih efektif jika pemerintah mengambil kebijakan stimulus fiskal seperti subsidi, belanja pemerintah atau bantuan langsung tunai yang menyasar masyarakat secara langsung dan sektor riil dan ini lebih mampu mendorong perekonomian.

"Jika belajar dari banyak kasus yang terjadi di negara maju saat menghadapi resisi atau ketidakpastian, pemberlakukan kombinasi kebijakan kerap dilakukan misalnya stimulus fiskal diimbangi dengan kebijakan moneter yang longgar, tetapi fokusnya tetapi dorongan pada sektor riil,"ungkap Badiul

Pada posisi ini terangnya, pemeintah Indonesia tidak ada salahnya meniru pola pola negara maju itu, sambil melakukan evaluasi apakah belanja pemerintah sudah berjalan efektif atau justru tersendat oleh serapan anggaran.

Kritik terhadap penurunan suku bunga acuan tidak mesti dimaknai dengan penurunan suku bunga kredit, karena itu hal yang berbeda. Dalam kondisi pelemahan konsumsi insentif moneter harus dibarengi kebijakan fiskal yang kuat. "Secara pronsip integrasi antara kebijakan moneter dan fiskal berguna menjaga konsumsi dan stabilitas pemulihan ekonomi,"pungkas Badiul.

Diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Bulan Januari 2025 pada Selasa (14/1) dan Rabu (15/1) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi berada di level 5,75 persen. 

Suku bunga deposit facility turun 25 bps menjadi di level 5 persen. Sedangkan suku bunga lending facility juga diputuskan untuk turun 25 bps menjadi di level 6,5 persen

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.