Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketegangan Politik di Korsel Memanas, Presiden Yoon Suk Yeol Kembali Tolak Diinterogasi Oleh Tim Penyelidik

📅 Sabtu, 18 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Ketegangan Politik di Korsel Memanas, Presiden Yoon Suk Yeol Kembali Tolak Diinterogasi Oleh Tim Penyelidik Doc: antara
Ket. Presiden Yoon Kembali Tolak Diinterogasi

SEOUL - Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol, pada hari Jumat (17/1) kembali menolak upaya penyidik ??untuk menginterogasinya terkait kegagalan penerapan darurat militer, karena batas waktu penahanannya semakin dekat.

Dikutip dari Voice of America, Yoon pada tanggal 3 Desember membuat negara menjadi kacau setelah ia mencoba menerapkan darurat militer, dengan alasan perlunya memerangi ancaman dari elemen anti-negara.

Namun upayanya hanya bertahan enam jam, karena tentara yang ia perintahkan untuk menyerbu parlemen gagal menghentikan para anggota parlemen untuk memberikan suara menolak darurat militer.

Pada minggu-minggu berikutnya, Yoon dimakzulkan oleh parlemen dan melawan penangkapan saat bersembunyi di kediamannya yang dijaga, sebelum menjadi presiden Korea Selatan pertama yang ditahan.

Surat perintah penangkapan yang dilaksanakan dalam penggerebekan fajar hari Rabu di kediaman Yoon memungkinkan penyelidik menahan Yoon hanya selama 48 jam.

Namun mereka diperkirakan akan mengajukan surat perintah baru pada hari Jumat yang kemungkinan akan memperpanjang penahanannya selama 20 hari, sehingga memberikan waktu bagi jaksa untuk meresmikan dakwaan terhadapnya.

Kantor Investigasi Korupsi atau Corruption Investigation Office (CIO) sedang menyelidikinya atas kemungkinan tuduhan pemberontakan, yang jika terbukti bersalah dapat mengakibatkan hukuman penjara seumur hidup atau eksekusi.

Surat perintah baru, jika diajukan hari Jumat, akan membuat Yoon tetap ditahan setidaknya sampai sidang pengadilan dan putusan persetujuannya pada akhir pekan. Jika pengadilan menolaknya setelah sidang, ia akan dibebaskan.

Tolak untuk Hadir

CIO telah memanggil Yoon untuk diinterogasi pada pukul 10.00 waktu setempat (0100 GMT) hari Jumat, kantor berita Yonhap melaporkan, tetapi pengacaranya Yoon Kab-keun mengatakan ia menolak untuk hadir untuk hari kedua berturut-turut.

Pengacara lainnya, Seok Dong-hyeon, mengatakan Yoon telah menjelaskan posisinya kepada penyelidik dan tidak punya alasan untuk menjawab pertanyaan mereka.

"Presiden tidak akan hadir di CIO hari ini. Beliau sudah cukup menyampaikan sikap dasarnya kepada penyidik ??pada hari pertama," katanya.

Yoon diinterogasi selama berjam-jam pada hari Rabu tetapi menggunakan haknya untuk diam sebelum menolak untuk diinterogasi keesokan harinya.

Para pendukung Yoon berkumpul di luar pengadilan pada hari Jumat di mana para penyelidik diperkirakan akan mengajukan surat perintah baru, saling bergandengan tangan dalam upaya yang jelas untuk menghalangi mereka, kantor berita Yonhap melaporkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.