Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tips Cegah Penularan PMK Dipaparkan Pakar Hewan Unej

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 17:11 WIB | Oleh:
Tips Cegah Penularan PMK Dipaparkan Pakar Hewan Unej Doc: ANTARA/HO-Humas Unej.
Ket. Dosen Peternakan Unej Dr Nur Widodo saat bersama mahasiswa memberi pakan sapi.

JEMBER - Pakar hewan yang juga Dosen Program Studi Peternakan Universitas Jember (Unej) Dr Nur Widodo memaparkan sejumlah tips untuk mencegah penularan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang semakin meningkat di Jawa Timur.

"PMK merupakan penyakit yang memiliki tingkat penularan dan kerugian yang tinggi. Penyakit itu disebabkan oleh virus RNA, genus Apthovirus yang termasuk dalam keluarga Picornaviridae," katanya di Jember, Jumat.

Berdasarkan sistem informasi kesehatan hewan (ISIKHNAS) dari 1 Desember 2024 sampai dengan 13 Januari 2025, tercatat total ternak di Jatim yang terserang PMK mencapai 12.934 ekor sapi.

Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi kasus PMK pada ternak akan meningkat selama tiga bulan ke depan yaitu pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2025 seiring dengan perubahan cuaca dan adanya mobilisasi ternak untuk Hari Raya Idul Fitri maupun persiapan Idul Adha.

"Virus itu bisa menyebar secara langsung dan tidak langsung seperti melalui petugas atau peternak maupun melalui udara dengan jarak radius yang cukup jauh yaitu 10-20 km," tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, penerapan sanitasi diri pada peternak dan petugas sebelum dan setelah memasuki area kandang menjadi hal yang krusial dalam memutus rantai penularan PMK.

"Peternak maupun petugas yang menangani ternak sering melupakan hal kecil seperti mencuci tangan dan mengganti baju sebelum menangani ternak yang lain, sehingga kemungkinan penularan penyakit lebih tinggi," katanya.

Ia menjelaskan, pemisahan ternak sakit dengan ternak sehat adalah hal yang wajib dilakukan untuk mencegah penularan dalam satu kandang.

Kemudian pemberian pakan bernutrisi juga dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan dan sistem imun sapi agar dapat melawan infeksi yang disebabkan virus PMK.

"Beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan pemerintah untuk menekan penyebarannya adalah membatasi lalu lintas ternak dengan menutup sementara pasar-pasar hewan -sapi- dan meningkatkan jumlah ketercapaian vaksinasi PMK pada ternak sapi dan dilakukan secara berkala," ujarnya.

Nur mengimbau kepada para peternak untuk melakukan vaksinasi secara mandiri dengan berkoordinasi melalui Dinas Peternakan atau Dinas kesehatan hewan setempat, maupun membeli langsung melalui Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Jatim.

Sementara itu, drh Purnaning Dhian Isnaeni yang juga Dosen Program Studi Peternakan Unej juga menjelaskan, ketika sapi sudah terinfeksi PMK peternak tidak perlu panik karena PMK masih bisa disembuhkan.

"Angka kematian ternak sapi masih di bawah lima persen, apabila dilakukan pengobatan dan perawatan secara tepat dan intensif karena pengobatan PMK pada ternak bertujuan untuk mengurangi gejala, mencegah infeksi sekunder, dan mempercepat pemulihan," katanya.

Ia berharap peternak segera melaporkan ke petugas medis jika ternaknya mengalami gejala-gejala PMK seperti demam, kurang nafsu makan, mengeluarkan air liur berlebih, atau terdapat luka melepuh pada mulut, teracak, dan hidung ternak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

42 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.