Pasar Menunggu Kebijakan Suku Bunga Acuan BI, Berikut Proyeksi IHSG
📅 Rabu, 15 Jan 2025, 08:52 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahannya, tengah pekan ini. Sebtimennya adalah sikap pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), terutama terkait kebijakan suku bunga acuan.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan melihat BI Rate serta pertumbuhan kredit yang sesuai ekspektasi diharapkan dapat menahan pelemahan IHSG. Karenanya, Valdy memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (15/1), bergerak dengan support di kisaran 6.900–6.930.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/1) sore, ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 60,22 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.956,66. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,73 poin atau 1,20 persen ke posisi 801,24.
“Menjelang inaugurasi Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump, anggota tim ekonomi Presiden terpilih Donald Trump yang baru sedang mendiskusikan peningkatan tarif secara perlahan dari bulan ke bulan, sebuah pendekatan bertahap yang bertujuan untuk meningkatkan daya tawar sambil membantu menghindari lonjakan inflasi,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Di sisi lain, pelaku pasar tampaknya menyambut baik aksi yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok untuk mengizinkan perusahaan domestik mengumpulkan lebih banyak dana dari luar negeri, dan mengisyaratkan akan meningkatkan konsumsi, memperluas impor, serta menarik investasi asing pada tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, regulator sekuritas Tiongkok, yaitu Tiongkok Securities Regulatory Commission (CSRC) berjanji untuk menstabilkan pasar setelah awal tahun yang lemah. Komisi Pengawas Sekuritas Tiongkok menyatakan bahwa menjaga stabilitas pasar akan menjadi prioritas utama pada tahun 2025, dan berjanji untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung momentum pasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!