Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi, Kunci Keberlanjutan UMKM Agrifood

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Digitalisasi, Kunci Keberlanjutan UMKM Agrifood Doc: The Conversation/Shutterstock/Verin
Ket. Seorang wanita muda membeli buah-buahan kepada petani dan melakukan pembayaran via kode QR ponsel.

Novi Haryati, Wageningen University

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di sektor pangan-pertanian atau agrifood memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, terutama di negara agraris seperti Indonesia. Kontribusi mereka terhadap produk domestik bruto (PDB) terbilang signifikan. Mereka juga menjadi pilar ketahanan pangan nasional.

Menurut data Kementerian UMKM, sekitar 66 juta UMKM di Indonesia menyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia setiap tahunnya. Sektor pertanian memainkan peran besar dalam kontribusi ini. Pada triwulan ketiga 2023 misalnya, tercatat sektor ini memberikan kontribusi sebesar 13,57% terhadap PDB.

Potensi ini bisa dimaksimalkan dengan digitalisasi. Tapi sayangnya, saat ini baru sekitar 43% UMKM yang terhubung ke ekosistem digital dan memanfaatkan platform e-commerce.

Di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi yang pesat, digitalisasi menjadi kunci bagi keberlanjutan UMKM agrifood. Secara global, digitalisasi terbukti mampu meningkatkan penjualan UMKM hingga 26%.

Di Indonesia, lembaga survei Center of Reform on Economics Indonesia (CORE Indonesia) menunjukkan sebanyak 70% pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem digital mengalami kenaikan pendapatan rata-rata hingga 30%.

Oleh karena itu, Indonesia perlu mempercepat kebijakan dan pengadopsian digitalisasi agar UMKM sektor agrifood bisa ‘naik kelas’ serta meningkatkan kontribusinya terhadap PDB dan ketahanan pangan nasional.

Adopsi teknologi digital di rantai pasok

Sejumlah negara telah mengadopsi teknologi digital seperti Internet of Things atau (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam rantai pasok di sektor pangan dan pertanian. Walhasil, efisiensi dan daya saing produk UMKM meningkat, pendapatan pun naik.

Di India, misalnya, Ninjacart dan e-Choupal adalah dua platform agritech yang sukses menghubungkan petani dengan pengecer dan memberikan akses yang lebih baik ke pasar dan informasi di India. e-Choupal secara khusus telah membantu lebih dari 4 juta petani mengakses pasar, informasi cuaca, dan teknologi agrikultur melalui kios internet. Proyek ini meningkatkan pendapatan petani hingga 20%.

Di Afrika, Twiga Foods menawarkan layanan logistik dan pendanaan kepada petani kecil, didukung oleh platform pembayaran digital seperti M-Pesa.

Platform digital seperti Google Trends dan alat analitik media sosial juga mulai dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan produk baru berdasarkan minat konsumen.

Adapun di Indonesia, sudah ada platform agritech seperti e-Fishery dan Sayurbox yang membantu petani lokal meningkatkan efisiensi dan pendapatan. Startup e-Fishery, misalnya, menyediakan perangkat IoT untuk otomatisasi pakan ikan yang dapat meningkatkan keuntungan petani sektor akuakultur sebesar 34,1% serta
menghemat biaya pakan dan meningkatkan hasil panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.