Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kolaborasi, AS Minta Mitra Koalisi untuk Terus Bantu Ukraina dalam Perang Lawan Russia

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 02:59 WIB | Oleh:

Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea mengatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 12.000 tentara Korea Utara berada di Russia dan pada bulan Desember mulai berperang melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk Russia.

"DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) memperoleh keuntungan besar dengan menerima peralatan, teknologi, dan pengalaman militer Russia, yang membuatnya lebih mampu berperang melawan negara-negara tetangganya," kata Shea kepada dewan, yang bertemu pada tanggal 6 Januari untuk membahas apa yang disebut Pyongyang sebagai uji coba rudal balistik hipersonik jarak menengah baru.

“Pada gilirannya, DPRK kemungkinan besar ingin memanfaatkan peningkatan ini untuk mempromosikan penjualan senjata dan kontrak pelatihan militer secara global,” katanya.

Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim Song, membenarkan uji coba rudal pada 6 Januari sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut. Ia menuduh AS menerapkan standar ganda.

Duta Besar Russia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengulangi tuduhan lama Moskow bahwa AS, Korea Selatan, dan Jepang memprovokasi Korea Utara dengan latihan militer. Ia juga menolak tuduhan AS bahwa Russia bermaksud berbagi teknologi satelit dan antariksa dengan Pyongyang sebagai tuduhan yang "sama sekali tidak berdasar".

"Pernyataan seperti itu adalah contoh terbaru dari dugaan tak berdasar yang ditujukan untuk mencoreng kerja sama bilateral antara Federasi Russia dan negara sahabat DPRK," kata Nebenzia, yang juga mengucapkan selamat kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada hari ulang tahunnya tanggal 8 Januari.

Duta Besar Korea Selatan untuk PBB,  Joonkook Hwang mengatakan tentara Korea Utara “pada dasarnya adalah budak Kim Jong Un, dicuci otaknya untuk mengorbankan nyawa mereka di medan perang yang jauh untuk mengumpulkan uang bagi rezimnya dan mengamankan teknologi militer canggih dari Russia”.

Korea Utara telah berada di bawah sanksi PBB sejak tahun 2006, dan tindakan tersebut terus diperkuat selama bertahun-tahun dengan tujuan menghentikan pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

Russia memiliki hak veto terhadap badan yang beranggotakan 15 orang tersebut, sehingga tindakan dewan lebih lanjut tidak mungkin dilakukan. SB/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.