Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Kenapa Masyarakat Masih Takut?
📅 Jumat, 10 Jan 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPantau dan evaluasi pelaksanaan program dengan melibatkan masyarakat. Sesuaikan pendekatan skrining dengan kondisi sosial-budaya setempat. Misalnya, untuk masyarakat di daerah tertinggal, seperti di perbatasan dan kepulauan, pemantauan skrining dapat dilakukan bersama LSM lokal yang bergerak di bidang kesehatan atau organisasi masyarakat setempat.
Pasalnya, partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan juga dipengaruhi oleh kondisi sosial-budaya mereka.
4. Perluas layanan di momentum lainnya
Penyediaan skrining gratis untuk berbagai macam penyakit sebaiknya tidak hanya dilakukan pada momen hari ulang tahun saja, tetapi juga bisa diperluas untuk momentum lainnya, seperti hari Kemerdekaan. Tujuannya agar skrining gratis bisa dinikmati lebih banyak masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penerapan sederet strategi di atas diharapkan dapat mengurangi hambatan penyelenggaraan skirining kesehatan gratis, terutama akibat perbedaan pandangan masyarakat. Dengan begitu, program yang dikemas sebagai kado ulang tahun ini bisa dirasakan kegunaannya secara nyata oleh masyarakat Indonesia.
Perigrinus H Sebong, Pengajar, Peneliti Kesehatan Global, Planetary health dan Penyakit Tropis, Unika Soegijapranata
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!