Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Kenapa Masyarakat Masih Takut?

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Jumlah tersebut menunjukkan masih banyak perempuan yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga meningkatkan jumlah kasus kanker serviks di wilayah tersebut. Sejak 1990, angka kematian akibat kanker serviks di sana meningkat jadi 3,7 per 100 ribu perempuan. Artinya, dari 100 ribu perempuan, sebanyak 3-4 orang di antaranya berisiko mengidap kanker serviks.

Ketimpangan pemeriksaan kesehatan juga disebabkan tidak sebandingnya jumlah petugas pelaksana dengan jumlah orang yang diduga mengalami penyakit di sebuah daerah. Ditambah lagi, petugas pelaksana cenderung mengejar target cakupan data individu yang diperiksa, sehingga lebih mengutamakan target skrining yang sudah didata sebelumnya. Akibatnya, sebagian masyarakat yang rentan justru tidak mendapatkan layanan skrining kesehatan.  

Memaksimalkan pemeriksaan kesehatan gratis

Sebagian besar pemeriksaan kesehatan memang belum terbukti dapat meningkatkan harapan hidup. Manfaat yang dirasakan dari program ini juga dapat berbeda-beda, bergantung pada faktor risiko, usia, dan pilihan pengobatan seseorang.

Namun, pemeriksaan kesehatan rutin sangat diperlukan, terutama jika kamu mengidap penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik maupun gaya hidup.

Pemeriksaan kesehatan gratis bisa bermanfaat bagi penerimanya jika dilakukan tepat sasaran. Karena itu, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan sejumlah strategi pendukung berikut:

1. Pelayanan merata dengan sumber daya yang tepat

Pemerintah perlu memastikan program skrining kesehatan gratis dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di daerah terpencil. Ketersediaan sumber daya yang diperlukan harus dipastikan dan disebar secara merata.

Sumber daya tersebut meliputi alat pemeriksaan dan sistem pemantauan program skrining, staf terlatih yang kompeten, dan dukungan sistem pencatatan dan pelaporan yang terintegrasi.

Pemerintah juga perlu memastikan skrining kesehatan dilakukan secara efisien dengan mengalokasikan biaya secara tepat dan hemat. Misalnya, penggunaan metode inspeksi visual asam asetat (IVA) dengan meneteskan asam asetat ke permukaan mulut rahim, bisa mendeteksi kanker serviks dengan lebih cepat, tepat, dan ekonomis.

2. Edukasi menyeluruh

Pemerintah juga perlu menggalakkan edukasi soal pentingnya pemeriksaan kesehatan kepada kelompok masyarakat rentan. Informasi ini sebaiknya diadaptasi ke dalam berbagai bahasa daerah agar dapat menjangkau masyarakat terpencil yang lebih banyak menggunakan bahasa lokal dalam kehidupan sehari-hari.

3. Libatkan masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.