Gejala seperti Influenza, Guru Besar UGM Nilai HMPV tidak Berpotensi Pandemi seperti Covid-19
📅 Jumat, 10 Jan 2025, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
Virus HMPV dinilai tidak berpotensi menjadi pandemi seperti Covid-19, rentan menyerang anak-anak dan orang dengan kekebalan tubuh yang melemah. Virus ini tidak menyebabkan kefatalan karena sama seperti influenza yang dapat sembuh sendiri.
JAKARTA - Pakar sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) bidang Mikrobiologi Klinik, Tri Wibawa, menyebut Virus Human Metapneumovirus (HMPV) tidak berpotensi menjadi pandemi seperti Covid-19. HMPV memiliki risiko yang jauh lebih kecil untuk menjadi fatal dibandingkan Covid-19.

“Terlebih, berbeda dengan Covid-19 yang dapat menyerang segala usia, HMPV lebih rentan menyerang anak anak dan orang dengan respon kekebalan tubuh yang melemah,” ujar Tri, dalam keterangan resminya, Kamis (9/1).
Dia menjelaskan, virus HMPV bukanlah virus baru. Meski secara gejala dan penularan mirip Covid-19, pada orang yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh dapat menimbulkan infeksi pada saluran napas bawah yang parah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Virus ini pun memiliki penularan yang sama melalui droplet dan cairan tubuh yang mengkontaminasi dan kontak langsung dengan penderita. HMPV juga dapat menyerang manusia secara berulang,” jelasnya.
Tri mengungkapkan, secara teoritis virus ini tidak menyebabkan penyakit fatal. Bahkan, pada kebanyakan orang, sama seperti influenza, penyakit ini dapat sembuh sendiri.
Terkait HMPV di Indonesia yang menyerang anak, Tri menyebut ada kondisi-kondisi tertentu yang juga harus diwaspadai. Terutama oleh orang dengan penurunan kekebalan tubuh, yaitu, lansia berusia lebih dari 65 tahun, dan orang-orang yang memiliki gangguan pada sistem pernapasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hal ini pun menjadi catatan penting lantaran kemiripannya dengan influenza, membuatnya tak mudah dibedakan dengan influenza biasa,” katanya.
Sebagai informasi, HMPV merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan berat, kini telah terdeteksi di beberapa negara tetangga seperti Tiongkok dan Malaysia. Kementerian Kesehatan RI sudah mengumumkan ada kasus HMPV yang seluruhnya adalah anak-anak.
Mobilitas Tinggi
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Muihammad Atoillah Isfandiari, mengatakan ada banyak hal yang memengaruhi penyebaran HMPV di Indonesia, salah satunya yaitu tingginya mobilitas internasional.
Sebagai virus dengan karakteristik penyebaran lewat udara, Ato menyebut cara pencegahannya dengan menghindari berdekatan dengan orang yang sedang menunjukkan gejala batuk, bersin, pilek, dan demam.
Dia melanjutkan, pencegahan tidak cukup hanya dengan aksi langsung oleh individu. Menurutnya, perlu ada pendekatan sederhana dengan surveilans dan sistem pelaporan Influenza-like Illness (ILI).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!