Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Plasmodium vivax, Spesies Penyebab Malaria di Asia Tenggara

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Plasmodium vivax,  Spesies Penyebab  Malaria di Asia Tenggara Doc: afp/ Sia KAMBOU

Selama ini teori terkait malaria menyebutkan Plasmodium falciparum satu-satunya parasit malaria yang mempengaruhi evolusi genom manusia. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal PLoS Medicine menengatang gagasan itu.

1736349785_8946d0656a0d05f3fa53.jpg

Foto : afp/ Sia KAMBOU

Ada kelainan darah tertentu penyakit keturunan yang memiliki prevalensi sangat tinggi di berbagai wilayah di planet ini. Salah satunya adalah Southeast Asian Ovalocytosis (SAO) adalah kelainan darah bawaan yang sangat umum di wilayah Asia-Pasifik dimana malaria merupakan endemis, khususnya di Malaysia dan Papua Nugini.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Kedokteran PloS memungkinkan masyarakat dunia untuk berpikir bahwa ada hubungan antara cacat darah dan perlindungan terhadap malaria pada populasi ini.

Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Ivo Mueller, peneliti di CRESIB, pusat penelitian ISGlobal, dan Walter + Eliza Hall Institute, telah melakukannya meneliti hubungan antara cacat genetik SAO dan parasit utama yang menyebabkannya malaria di kawasan Asia-Pasifik, Plasmodium vivax (P. vivax).

1736349905_8379edd2fe296717a61d.jpg

Foto : Istimewa

Sumber penyakit malaria ini berupa protozoa parasit dan patogen manusia, yang merupakan bagian dari empat spesies parasit malaria yang umumnya menyerang manusia. Untuk mengetahui bagaimana protozoa ini menjadi penyebab penyakit malaria para peneliti meneliti kejadian kasus malaria dalam tiga penelitian itu.

Sampel penelitian mencakup total 1.975 anak berusia 0 hingga 14 tahun di Papua Nugini. Mereka melihat anak-anak yang menderita SAO mempunyai perlindungan yang signifikan terhadap infeksi P. vivax.

“Dengan penurunan 46 persen kasus malaria pada bayi berusia antara tiga dan 21 bulan bahwa pada anak yang lebih besar penurunan risiko infeksi mencapai 55 persen,” jelas Ivo Mueller dikutip dari Live Science.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa P.vivax bertanggung jawab atas evolusi genetik ini yang melindungi terhadap malaria. Penemuan ini menantang teori yang selama ini diterima bahwa parasit penyebab penyakit malaria yang paling mematikan, Plasmodium falciparum, adalah satu-satunya parasit yang mampu mendorong evolusi genom pada manusia.

1736349881_a6771d8e7a3e078582d7.jpg

Foto : Istimewa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.