Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Studi Tunjukkan Nyamuk dengan Sperma Beracun Dapat Cegah Penyebaran Penyakit

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Hasil Studi Tunjukkan Nyamuk dengan Sperma Beracun Dapat Cegah Penyebaran Penyakit Doc: AFP/ Yuri CORTEZ
Ket. Teknik jantan beracun untuk membiakkan nyamuk yang mengeluarkan protein berbisa dalam air mani mereka, dan membunuh nyamuk betina setelah kawin.

SYDNEY - Menurut penelitian ilmuwan Australia dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh jurnal Nature Communications pada hari Selasa (7/1), setelah menguji coba metode pengendalian hama baru, nyamuk hasil rekayasa genetika dengan air mani beracun dapat menjadi senjata baru melawan penyakit tropis.  

Pengembangan teknik jantan beracun bertujuan menghasilkan nyamuk yang mengekspresikan protein berbisa dalam air maninya, dan membunuh nyamuk betina setelah kawin.

Dikutip dari The Straits Times, nyamuk betina menjadi sasaran karena hanya mereka yang menggigit dan meminum darah, sehingga menyebarkan penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

Ilmuwan dari Universitas Macquarie, Australia, Sam Beach, mengatakan, metode tersebut dapat bekerja secepat pestisida tanpa juga membahayakan spesies yang bermanfaat.

“Solusi inovatif ini dapat mengubah cara kita mengelola hama, memberikan harapan bagi masyarakat yang lebih sehat dan masa depan yang lebih berkelanjutan.”

Uji coba pembuktian konsep pertama menggunakan lalat buah, spesies laboratorium umum yang disukai karena siklus hidupnya yang pendek selama dua minggu.

Para ilmuwan menemukan lalat betina yang berkembang biak dengan lalat jantan yang beracun memiliki umur yang jauh lebih pendek.

Uji Coba

Peneliti Maciej Maselko mengatakan tim sekarang akan menguji coba metode tersebut pada nyamuk.

“Kita masih perlu menerapkannya pada nyamuk dan melakukan pengujian keamanan yang ketat untuk memastikan tidak ada risiko bagi manusia atau spesies non-target lainnya,” katanya.

Para peneliti mengatakan, nyamuk-nyamuk tersebut perlu dimodifikasi secara genetik sehingga mereka hanya mengeluarkan cairan mani beracun ketika mereka dilepaskan ke alam liar.

Hal ini dapat dilakukan melalui apa yang disebut teknik “ekspresi kondisional”, yang menggunakan bahan kimia atau pemicu biologis lainnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu sesuai keinginan.

Hal ini akan memungkinkan pejantan berbisa untuk berhasil kawin dengan betina dalam kondisi laboratorium, menghasilkan keturunan yang cukup layak sehingga teknik ini dapat ditingkatkan skalanya.

Rekayasa genetika telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengendalikan populasi nyamuk penyebar penyakit. Biasanya, pendekatan ini memperlambat reproduksi dengan melepaskan gerombolan serangga jantan yang dimodifikasi secara genetika sehingga mandul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.